Share

Kemenag Sudah Siapkan Skenario Penggantian Calhaj Jika Mundur Imbas Kenaikan Biaya Haji 2023

Widya Michella, Jurnalis · Selasa 24 Januari 2023 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 398 2752153 kemenag-sudah-siapkan-skenario-penggantian-calhaj-jika-mundur-imbas-kenaikan-biaya-haji-2023-DLARPAmKJs.jpg Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief/Foto: Widya Michella

JAKARTA - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kemenag (Kemenag) RI, Hilman Latief menyampaikan pihaknya telah menyiapkan skenario jika nantinya calon jamaah haji tahun ini mendadak mundur akibat adanya kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H/2023 M.

Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengusulkan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi oleh menjadi Rp98,89 juta per jemaah, naik Rp514,88 ribu dibanding tahun lalu.

 BACA JUGA: Diduga Mabuk Berat, Pemuda Ini Jatuh ke Sungai Usai Pulang Kondangan

Dari jumlah tersebut, biaya yang perlu ditanggung jamaah mencapai 70% atau Rp69,19 juta per orang. Sementara 30% atau Rp29,7 juta sisanya dibayarkan dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.

"Kami siapkan skenario. Kalau tahun lalu 0,017 paling rendah dalam sejarah mengenai yang batal berangkat, kuota tak termanfaatkan," kata Hilman dalam Coffee Morning: Biaya Haji Naik? di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

 BACA JUGA:Rencana Kenaikan Ongkos Haji Buat Sejumlah Calon Jamaah di Majalengka Mundur

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini Kemenag telah menerapkan sistem penggantian bagi jamaah yang gagal berangkat. Penggantian calhaj tersebut juga dilakukan sesuai urutan nomor porsi yang berada di dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

"Jadi kalau ada yang mundur maka ada yang naik penggantinya. Kalau untuk kuota yang tidak termanfaatkan rata-rata adalah memutuskan mendadak batal karena sakit keras dan meninggal," ujar dia.

Lebih lanjut, dia membenarkan jika calhaj sempat melakukan pembatalan haji. Namun hal itu dikarenakan beberapa faktor mulai dari batasan usia, antrian hingga ingin berangkat bersama mahramnya.

"Jadi bahkan kami melihat sebelumnya ada yang membatalkan karena alasan keuangan tidak banyak, yang banyak adalah masalah kebijakan untuk penyatuan mahrom, istri tidak berangkat suaminya berangkat tahun ini, 'ah saya mundur saja' banyak yang dilakukan oleh jamaah," tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Bahkan Kemenag, kata Hilman juga telah memberikan waktu kepada jamaah untuk melunasi biaya haji. Hal tersebut lanjutnya telah diatur dalam undang-undang.

"Kita akan memberikan waktu pelunasan yang cukup dalam UU sudah diatur memberikan waktu 30 hari kalau belum bisa ditambah lagi untuk harinya," kata dia.

"Tapi tentu tidak dalam waktu yang lama dan skema ini sudah belaku bertahun-tahun bukan hanya sekarang jadi belasan tahun lalu sudah berjalan pelunasan seperti ini," ujarnya.

Namun ia menyakini bahwa calon jamaah haji telah menyiapkan dana haji sejak lama. Sehingga kenaikan biaya haji, lanjutnya tak serta merta menyebabkan mereka gagal berangkat haji tahun ini.

"Tentu itu yang tidak kami inginkan bahwa jamaah itu sudah bisa menghitung sejak tahun lalu, tahun lalu ada separoh mereka tidak terbawa. Mereka tahu akan terbawa ke kloter 2023. Mereka sudah siap-siap," katanya.

"Baik yang lunas tahun lalu 2020 dan 2022, mereka sudah dari awal melihat datanya akan diberangkatkan tahun 2023. Mudah-mudahan insya allah mereka sudah menyiapkan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini