Share

Pembukaan Expo Haji, Saudi Akan Terima Jamaah Haji seperti Sebelum Pandemi Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 10 Januari 2023 00:44 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 10 398 2743176 pembukaan-expo-haji-saudi-akan-terima-jamaah-haji-seperti-sebelum-pandemi-covid-19-pV2D3djcje.jpg Kakbah (Foto: Saudigazette.com)

JEDDAH — Arab Saudi akan menyambut jamaah haji tahun ini dengan jumlah yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, Kerajaan akan menghapus semua persyaratan usia.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al Rabiah saat memberikan sambutannya pada upacara pembukaan “Expo Haji”, Senin (9/1/2023). Konferensi dan pameran layanan Haji dan Umrah sendiri diadakan di Jeddah dari 9-12 Januari 2023.

"Mulai musim haji tahun ini kami akan mengizinkan misi haji dari seluruh dunia untuk setuju dengan perusahaan resmi mana pun untuk menyediakan layanan di Kerajaan," ujarnya dikutip dari saudigazette.com.

“Bersama dengan mitra kami, kami meluncurkan platform NUSK untuk memfasilitasi prosedur dan memperkaya pengalaman para jamaah,” imbuhnya.

BACA JUGA:Sah! Menag Terima MoU Kuota Haji 2023 dari Menteri Haji Saudi 

Ia mengungkapkan, asuransi jamaah umrah diturunkan dari SR235 menjadi SR88 sebesar 63 persen. Selain itu, asuransi jamaah haji berkurang dari SR109 menjadi SR29 sebesar 73 persen.

Menteri mengatakan, visa umrah diperpanjang dari 30 hari menjadi 90 hari dan memungkinkan pemegangnya untuk pindah ke seluruh Kerajaan. “Setiap pengunjung Kerajaan dengan jenis visa apa pun dapat melakukan umrah dan mengunjungi Madinah,” katanya.

BACA JUGA:Berapa Biaya Haji Tahun 2023? DPR Target Sudah Bisa Ditetapkan pada 10 Februari 

Follow Berita Okezone di Google News

“Kami bekerja dengan mitra untuk memperkaya pengalaman budaya setelah melakukan ritual dan mengembangkan serta mengaktifkan situs sejarah Islam yang terkait dengan biografi Nabi,” imbuhnya.

Kerajaan, kata dia, sedang mengerjakan rehabilitasi 100 situs sejarah Islam selama beberapa tahun mendatang. Al-Rabiah juga menunjukkan bahwa Kerajaan menginvestasikan lebih dari SR200 miliar untuk infrastruktur perluasan Masjidil Haram, yang menjadikannya proyek konstruksi terbesar dalam sejarah.

“Kami tidak mengabaikan pembangunan sarana dan prasarana, dan kami telah bekerja sama dengan mitra kami untuk meningkatkan kapasitas kursi,” katanya.

“Kami mendirikan bandara terbesar di Kerajaan dengan lebih dari SR40 miliar untuk melayani para jamaah, yaitu Bandara King Abdulaziz,” tambahnya.

Kemudian, membangun Haramain Express Train menelan biaya lebih dari SR64 miliar, yang menghubungkan Makkah dan Al-Madinah. Salah satu dari lima rukun Islam, haji harus dilakukan oleh semua Muslim yang memiliki sarana setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Biasanya sekitar 2,5 juta orang berpartisipasi seperti pada tahun 2019. Dari tahun 2009 hingga 2019, jumlah jamaah haji rata-rata hampir 2,3 juta setiap tahun. Namun, setelah terjadinya pandemi pada tahun 2020, hanya akan mengizinkan 1.000 jamaah.

Tahun berikutnya, mereka meningkatkan total menjadi 60.000 warga negara dan penduduk Arab Saudi yang divaksinasi penuh dan dipilih melalui undian. Dalam tiga tahun terakhir, ziarah dibatasi untuk Muslim yang divaksinasi di bawah usia 65 tahun.

Jumlah jamaah haji mencapai 899.353 pada tahun 2022, karena pelonggaran pembatasan Covid-19 mendorong kembalinya lebih banyak pengunjung asing.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini