Share

Kemenag Tunggu Aturan Teknis Terkait Vaksin Meningitis bagi Jamaah Umrah

Widya Michella, Jurnalis · Rabu 09 November 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 398 2704200 kemenag-tunggu-aturan-teknis-terkait-vaksin-meningitis-bagi-jamaah-umrah-rF8XoJ4LK4.jpg Vaksin meningitis (foto: dok Antara)

JAKARTA - Juru bicara Kemenag RI, Anna Hasbie merespons terkait beredarnya surat yang ditandatangani oleh Bagian Konsuler Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) di Jakarta, terkait ketidakharusan vaksin meningitis bagi pemegang visa umrah. Dia mengaku tengah berkoordinasi dengan kementerian kesehatan (kesehatan) terkait hal tersebut.

"Sekarang kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya Kemenkes, untuk menyusun aturan teknisnya,"kata Anna saat dihubungi MNC Portal, Rabu (9/11/2022).

 BACA JUGA:Konjen RI Jeddah Sambut Baik Penegasan Vaksin Meningitis Tak Wajib Bagi Jamaah Umrah

Anna tidak menjelaskan lebih lanjut terkait aturan teknis yang disusun Kemenkes melibatkan Kemenag. Namun dia mengaku tengah menyiapkan hal itu.

"Aturannnya masih disusun jadi belum detail tapi intinya setiap aturan kalau baru disusun kan perlu waktu sosialisasi. Supaya tidak supaya tidak terjadi kebingungan di lapangan, kita sedang menyiapkan langkah-langkah itu," tuturnya.

 BACA JUGA:Konsul Haji Benarkan Vaksin Meningitis Tak Wajib Bagi Jamaah Umrah

Secara terpisah, Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief menyampaikan Kemenag tengah melakukan harmonisasi antara aturan Arab Saudi dengan Indonesia.

"Intinya masih ada harmonisasi aturan di Saudi dan di Indonesia dan harus agak detail. Namanya aturan itu tidak bisa berganti-ganti tiap minggu," ujarnya.

"Ini perlu diharmonisasi antara keputusan surat resmi itu dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh kemenag dan kemenkes," kata dia.

Namun Hilman menegaskan, bahwa vaksin meningitis adalah urusan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kemenkes RI. Sehingga Kemenag menunggu aturan yang dikeluarkan Kemenkes RI.

"Terkait vaksin itu urusannya dengan KKP karena Kemenag tidak sampai ke wilayah itu. Nanti kita tetap komunikasi dengan KKP atau dengan Kemenkes bagaimana menyikapi aturan yang sekarang kertasnya sudah muncul," ujarnya.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Republik Indonesia mengeluarkan surat resmi terkait vaksin Meningitis. Dalam surat tersebut menyatakan bahwa vaksin meningitis hanya wajib bagi pemegang visa haji dan tidak diharuskan bagi visa umrah.

"Kedubes bersama ini dengan hormat menyampaikan kepada Kemenlu-RI, bahwa

pihaknya telah menerima telex dari otoritas yang berkompeten di Kerajaan Arab Saudi yang menyampaikan, bahwa vaksin meningitis hanya merupakan suatu keharusan bagi mereka yang datang ke Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan visa haji dan tidak menjadi keharusan bagi mereka yang datang dengan menggunakan visa umrah,"bunyi surat resmi Kedubes Arab Saudi yang diterima MNC Portal dari Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Nasrullah Jasam, Rabu (9/11/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini