Share

Antrean Haji Sangat Panjang, Menag Usul Pembangian Kuota Berkeadilan

Widya Michella, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 398 2703487 antrean-haji-sangat-panjang-menag-usul-pembangian-kuota-berkeadilan-l598J7Ydiu.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Dani Jumadil/MCH/Okezone)

JAKARTA - Kesenjangan anteian haji reguler dari satu provinsi ke provinsi lainnya menjadi sorotan Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas. Oleh karena itu, Kemenag akan mengkaji ulang skema penghitungan masa antrian haji Indonesia.

’’Kita sudah membuat beberapa simulasi terkait dengan penyiasatan agar antrian itu tidak panjang. Jadi kita ingin membuat (sistem) kuota yang berkeadilan,’’ujar Yaqut dalam rapat bersama Komisi VIII DPR yang disiarkan secara daring pada Senin (7/11/2022).

Panjangnya masa antrian haji Indonesia, kata dia, telah disampaikan langsung kepada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Dengan demikian, dia berharap agar jarak antrian jamaah haji di berbagai daerah tidak terlalu jauh.

"Karena beda antrian di Papua sana cuma 10 tahun, Sementara di Sulawesi Selatan 43 tahun,"tuturnya.

Menurutnya, jumlah antrean haji tersebut berdasarkan pada angka normal kuota haji Indonesia yakni sebanyak 220 ribu. Yaqut menyampaikan dalam undang-undang no 8 tahun 2019, memungkinkan untuk kembali disusun ulang terkait antrean jamaah haji.

"(Aturan) itu dimungkinkan kita untuk menyusun kuota yang berkeadilan jarak antrian dari satu daerah ke daerah lain tidak berbeda terlalu jauh dengan menghitung probabilita penduduk muslim daerah setempat. Ini akan kita siapkan dan kita akan sampaikan kepada bapak ibu sekalian,"ujarnya.

Sementara itu, terkait kuota haji 2023, dia menyampaikan hal tersebut akan dibahas dalam Muktamar Perhajian yang dilaksanakan pada 9 Januari 2023 di Arab Saudi. Muktamar ini akan melibatkan semua negara yang memiliki misi haji ke Saudi.

"Kita akan mendiskusikan secara bersama dan terbuka mendapatkan solusi terbaik atas pelaksanaan ibadah haji dan membangun pemahaman yang moderat di dalam peribadatan haji dan umrah itu komitmen menteri haji,"ujar dia.

Menag mengungkapkan, agar ada penambahan kuota haji Indonesia di tahun depan. Sebab diketahui rata-rata antrean haji nasional Indonesia hingga mencapai 41 tahun.

"Jadi kita akan cari solusi bersama di muktamar perhajiaan nanti. Tentu ada harapan tahun depan ini kuota haji bisa ditambahkan 48% bukan hanya 52% sisanya, tapi mungkin bisa ditambahkan lebih banyak karena tentu sangat bermakna bagi para calon jamaah yang sedang mengantri," kata Menag. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini