Share

Soal Vaksin Meningitis, KJRI Jeddah Sebut Umrah Sifatnya Hanya Disarankan untuk Jamaah Umrah

Widya Michella, Jurnalis · Kamis 03 November 2022 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 03 398 2699999 soal-vaksin-meningitis-kjri-jeddah-sebut-umrah-sifatnya-hanya-disarankan-untuk-jamaah-umrah-CW2nbKQhY0.jpg Ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA - Vaksin meningitis untuk jamaah umrah tengah menjadi sorotan masyarakat. Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Duta Besar Eko Hartono menanggapi polemik vaksin Meningitis bagi jamaah umrah di Indonesia. Dia menyatakan vaksin Meningitis hanya bersifat disarankan Arab Saudi.

Eko menyebut pihaknya telah bertemu dengan Kementerian Haji Arab Saudi di Makkah pada Senin (31/10/2022). Pertemuan ini juga memastikan bahwa pernyataan Menteri Haji Saudi Tawfiq Fawzan Muhammed Alrabiah saat berkunjung di Indonesia terkait penghapusan syarat-syarat kesehatan benar adanya.

"Jadi apa yang disampaikan oleh Bapak Menteri Haji Saudi di Jakarta itu sudah benar. Belum ada perubahan kebijakan Saudi. Memang secara tertulis masih disebut diwajibkan untuk vaksin meningitis pemberitahuan Kementerian Haji tapi sudah disampaikan secara lisan bahwa pak menteri Haji bahwa itu "disarankan" saja,"ujar Eko saat dihubungi MNC Portal, Kamis (03/11/2022).

"Itu kita konfirmasi lagi dengan wakil menteri bidang umrah tingkat eselon 1. Beliau mengatakan bahwa itu sebenarnya disarankan saja," tuturnya.

Dirinya menyampaikan kondisi di lapangan, kini tidak ada lagi petugas otoritas Arab Saudi yang menanyakan perihal vaksin Meningitis. Begitupun dengan vaksin Covid-19 bagi seluruh orang yang akan masuk ke Arab Saudi.

"Begitu dia (Arab Saudi) melihat meningitis bukanlah sebuah ancaman yang serius ya mereka tidak mewajibkan. Berdasarkan pengamatan lapangan tidak ada pengawasan petugas Saudi minta vaksin meningitis, kalau enggak ada, disuruh pulang, enggak,"ujarnya.

Menurutnya, penghapusan syarat-syarat kesehatan itu sejalan dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang memperbolehkan setiap orang menggunakan visa apapun untuk menjalani Ibadah umrah.

"Misalnya visa kunjungan, setelah melaksanakan kunjungan boleh umrah. Tapi kok tiba-tiba khusus visa umrah ditanyakan meningitis, visa yang lain enggak tanya meningitis kok, itu kan enggak logis,"tutur dia.

Sementara itu, terkait pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menunggu surat resmi dari Saudi untuk penghapusan syarat vaksin meningitis, Eko mengatakan hal tersebut adalah otoritas pemerintah Indonesia. Dengan demikian, ia berharap adanya komunikasi lebih lanjut antara Indonesia dengan Arab Saudi.

"Terus terang secara eksplisit tidak menjanjikan juga, tapi dia menjamin bahwa ini terjemahannya adalah disarankan. Kita sudah sampaikan bahwa itu harus disesuaikan supaya di lapangan tidak terjadi ke simpang siuran,"ujar dia.

"Beliau nanti akan menyampaikan kepada pimpinan Bapak Tawfiq. Kita tunggu proses administrasi dan birokrasi di Saudi,"kata dia. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini