Share

AMPHURI Jamin Harga Travel Umrah Lebih Murah Dibanding Aplikasi Nusuk Arab Saudi

Widya Michella, Jurnalis · Kamis 27 Oktober 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 27 398 2695487 amphuri-jamin-harga-travel-umrah-lebih-murah-dibanding-aplikasi-nusuk-arab-saudi-nPDmemgAfz.jpg Ketua Umum AMPHURI Firman M. Nur. (Foto: MPI)

JAKARTA – Guna memberikan kemudahan akses layanan umrah, Arab Saudi telah meluncurkan platform “Nusuk”, yang membuat jamaah dapat memilih secara mandiri paket umrah yang ada. Bahkan, menurut Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah, platform ini menjamin penerbitan visa tak lebih dari 24 jam.

BACA JUGA: Permudah Layanan Umrah, Arab Saudi Luncurkan Platform 'Nusuk' Jamin Visa Keluar Kurang dari 24 Jam

Merespon hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur mengatakan pihaknya mengakui platform tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah travel umrah. Sebab mereka berpotensi kehilangan calon jamaah umrah.

"Tentu bagi kami sebagai penyelenggara ini menjadi tantangan tersendiri karena ada potensi untuk loss," ujar Firman saat ditemui wartawan di Asrama Haji Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Namun dia menjamin harga paket yang ditawarkan travel umrah atau PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) di Indonesia jauh lebih murah ketimbang harga dalam platform milik Arab Saudi itu.

"Pasti Insya Allah melalui PPIU harga tetap lebih murah. Logika saja, jalan berdua dengan keluarga atau pasangan transportasinya pasti lebih mahal bayar taksinya segala macam. Sedangkan berkelompok kita minimize, harga kami juga harga direct bukan dari harga publish di market. Semuanya tetap lebih murah," klaimnya.

BACA JUGA: Arab Saudi Luncurkan Aplikasi 'Nusuk', Asosiasi Umrah Minta Hak Istimewa

Selain itu, Firman memastikan bahwa tidak semua orang suka melakukan perjalanan ibadah sendiri. Walaupun Arab Saudi memberikan kemudahan untuk berangkat umrah mandiri ke tanah suci.

"Ibadah (membutuhkan) hati dan kesempurnaan. Kesempurnaan itu adalah bagaimana ibadah umrah ini sesuai dengan syarat dan rukunnya," kata dia.

Terlebih, sebuah kesempurnaan ibadah, lanjutnya memerlukan sebuah bimbingan. Berbeda dengan perjalanan wisata.

"Dan itu hanya bisa diambil di peran, dibimbing oleh PPIU. Nah kita harapkan ini juga kita lebih tingkatkan lebih dalam lagi," ungkap dia.

Lantas ia mencontohkan negara Malaysia yang sistem visa nya dapat dilakukan secara mandiri. Namun masyarakat Malaysia, kata firman tetap memilih untuk menggunakan jasa travel umrah dalam perjalanan ibadah ke tanah suci.

"Apa yang terjadi dalam dua tahun ini? Masyarakat Malaysia tidak berpindah individual tapi tetap dalam kelompok dalam Kelompok penyelenggaraan umrahnya di sana. Karena memang mereka perlu pelayanan, perlu bimbingan dan sebagainya,"ujar Firman.

Lebih lanjut, Firman menyebut sekira 60 persen masyarakat Indonesia belum terbiasa melakukan perjalanan ke luar negeri secara mandiri. Sehingga menurutnya, bisnis travel umrah tetap akan berjalan dengan baik.

"Masih banyak masyarakat dari jauh di pedesaan yang lebih enam puluh persen dari jamaah itu belum biasa ke luar negeri.

Sehingga tidak mudah melakukan B to C,"ujar dia.

"Tapi intinya itu kami sebagai PPIU kita harapkan adalah bagaimana kita mulai membuka diri ya, meng-update kapasitas kita dan mampu masuk dalam dunia digitalisasi itu insyaallah dan rakyat akan berkembang dan semakin baik dan (platform nusuk) itu juga punya pangsa pangsa pasar sendiri Insya Allah," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini