Share

300 Lebih Jamaah Umrah Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Kemenag Panggil Travel hingga Ancam Beri Sanksi

Widya Michella, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 398 2680426 300-lebih-jamaah-umrah-gagal-berangkat-ke-tanah-suci-kemenag-panggil-travel-hingga-ancam-beri-sanksi-F9EsSEmYnM.jpg Ilustrasi Calon Jamaah Umrah Gagal Berangkat ke Tanah Suci (Foto: Ditjen PHU)

JAKARTA - Sebanyak kurang lebih 334 calon jamaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci. Ratusan jamaah tersebut diketahui calon jamaah jumrah dari travel PT Naila Syafaah Wisata Mandiri.

Ratusan jamaah yang menjadi korban tersebut juga termasuk 176 calon jamaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terlantar di Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Kini ratusan jamaah gagal berangkat itu berada di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta menunggu kepastian berangkat ke Tanah Suci Arab Saudi.

"Pertama, awalnya dari hasil pengawasan di bandara pada tanggal 18 September 2022 ada jamaah gagal berangkat. Kemudian kami panggil dirut travelnya, kita minta klarifikasi dan pertanggungjawaban," ujar Kasubdit Pengawasan Umrah, Kementerian Agama (Kemenag) Noer Aliya Fitra atau disapa Nafit saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

BACA JUGA: 53 Calon Jamaah Umrah Asal Aceh Tengah Gagal Berangkat, Seminggu Tertahan di Medan 

Menurutnya, gagalnya ratusan calon jamaah umrah berangkat ke Tanah Suci murni karena kesalahan dari pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Walaupun begitu, Kemenag kata Nafit terus melakukan melakukan pendampingan terhadap jamaah-jamaah yang gagal berangkat pada tanggal 18 September hingga 2 Oktober 2022.

Nafit mengatakan pihaknya turut prihatin terhadap calon jamaah yang gagal berangkat umrah. Dirinya juga tetap meminta kepada dirut travel Naila Syafaah Wisata Mandiri untuk memberangkatkan seluruh jamaah yang gagal berangkat dan sudah terdaftar.

 

Follow Berita Okezone di Google News

Terutama terhadap 176 jamaah asal Kalsel yang awalnya dijadwalkan berangkat pada tanggal 29 September 2022. Namun karena ratusan jamaah tersebut tidak memiliki tiket dan visa maka di-reschedule ke tanggal 2 Oktober 2022.

"Namun hingga kini jamaah juga tidak diberangkatkan dan uang juga tidak dikembalikan. Kita sudah sampai memediasi mendampingi jamaah serta meminta jamaah untuk berkoordinasi dengan kepolisian bandara untuk ikut melakukan penanganan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan surat peringatan terhadap travel umrah Naila Syafaah Wisata Mandiri. Surat peringatan itu berisi tentang larangan kepada travel Naila untuk membuka pendaftaran jamaah umrah baru baik di kantor pusat maupun di kantor cabang.

Kedua, Kemenag juga meminta kepada travel Naila untuk memberangkatkan seluruh jamaah yang gagal berangkat, atau mengembalikan uang yang sudah disetor oleh jamaah sesuai dengan biaya paket masing-masing.

"Kami juga meminta Naila untuk menyerahkan data kepada kami jamaah yang sudah terdaftar dan belum berangkat sehingga bisa dilakukan mitigasi. Namun sampai sekarang kami belum dapat data itu dari Naila, kita sudah upaya dan kita sudah sampaikan ke sana," ujar dia.

Nafit menyatakan jika surat tersebut tak direspon maka Kemenag akan menjatuhkan sanksi hingga berujung pencabutan izin travel umrah tersebut.

"Artinya berjenjang kita sudah buat surat peringatan, kalau tidak diindahkan ya pasti kita ada sanksi berikutnya. Sanksi itu mulai dari teguran tertulis sampai dengan pencabutan izin," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini