Share

Menag: Visi Arab Saudi 2030 Berpotensi Liberalisasikan Haji

Widya Michella, Jurnalis · Jum'at 02 September 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 398 2659566 menag-visi-arab-saudi-2030-berpotensi-liberalisasikan-haji-q1P43zxnw4.jpg Menag buka Rakernas Haji dan Umrah di Batam (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas menyebut Visi 2030 Arab Saudi berpotensi meliberalisasikan haji ke depan. Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (01/09/2022).

“Sebagaimana visi kerajaan Arab Saudi 2030, jika berdampak pada pelaksanaan ibadah haji akan mengarah pada liberalisasi haji,” kata Menag dikutip dalam laman resmi Kemenag, Jumat,(02/09/2022).

Terkait Visi 2030 Saudi, pihaknya meminta agar disiapkan mitigasi yang tepat jika penyelenggaraan haji ke depan dengan tidak lagi banyak melibatkan Kerajaan Arab Saudi.

“Untuk itu ke depan saya minta harus ada banyak inovasi. Seperti jaket pendingin yang tahun ini sudah dicoba mungkin perlu diadakan untuk para petugas di lapangan. Demikian juga layanan fast track bisa diperbanyak tak hanya di Jakarta, tapi bisa di Jateng dan Jatim. Rakernas jangan hanya acara seremoni,” kata Menag.

Baca juga: Buka Pameran Foto Haji, Menag Apresiasi Karya MCH 2022: Top!

Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan jika haji tahun 2022 dapat dijadikan tolok ukur untuk pelaksanaan ibadah haji ke depan dimana harus lebih matang dan detail agar tidak banyak hal yang terlewatkan.

Baca juga: Sukses Haji 2022 Jadi Tolak Ukur, Menag: Tahun Depan Harus Banyak Inovasi

Hal ini mengingat adanya kemungkinan kuota jamaah haji Indonesia juga akan meningkat pada 2023. Namun demikian, penambahan jemaah ini jelas berkonsekuensi dengan banyaknya energi dan konsentrasi yang harus dikeluarkan oleh petugas dalam memberikan pelayanan.

"Kita tahu ada banyak apresiasi dari berbagai pihak atas suksesnya haji kali ini. Haji 2022 harus jadi benchmark (tolok ukur), namun kita tidak boleh jumawa dan cepat puas. Tantangan ke depan saya yakini jauh lebih berat," kata Menag.

Menag juga menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi pada penyelenggaraan haji tahun ini harus benar-benar dievaluasi untuk mendapatkan output terbaik guna implementasi penyelenggaraan haji berikutnya.

"Jika tahun depan turun, maka akan ada konsekuensi yang harus kita terima," katanya.

Baca juga: Menag Sebut Ada 700 Ribu Calon Haji RI Berusia Lanjut

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini