Share

30 Jamaah Haji Dirawat di KKHI Madinah, Ada yang Terkapar Usai ke Gua Hira

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 398 2641407 30-jamaah-haji-dirawat-di-kkhi-madinah-ada-yang-terkapar-usai-ke-gua-hira-eDyw5XgwUK.jfif Jamaah haji di Gua Hira. (Okezone)

MADINAH - Sebanyak 30 jamaah haji Indonesia gelombang kedua dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Mereka merupakan jamaah haji sakit pindahan dari KKHI Makkah karena pulang ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Kepala KKHI Madinah, Enny Nuryanti mengatakan, ada 30 jamaah haji yang dirawat di KKHI Madinah per 2 Agustus 2022. Selain itu, ada empat jamaah haji yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Madinah.

"Dirawat inap itu ada 11 jamaah wanita, 15 pria dan 4 orang di IGD. Jadi total 30 orang. Kita juga ada 4 orang yang saat ini dirawat di RSAS," ujar Enny kepada Media Center Haji (MCH), Selasa (2/8/2022).

Mayoritas jamaah haji saat ini mengidap penyakit jantung, paru, hingga diabetes melitus. Meningkatnya penyakit ini dipicu faktor kelelahan usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Mungkin kelelahan dari Makkah, mungkin kebanyakan jamaah umrah berkali-kali," ujar Enny.

Selain itu, ketika di Madinah, jamaah haji gelombang kedua harus melakukan ibadah Arbain atau shalat 40 waktu di Masjid Nabawi. Hal ini cukup menguras tenaga jika kondisi tidak sehat. Jamaah diimbau untuk tidak memaksakan ibadah Arbain di Masjid Nabawi demi menjaga kesehatan jelang kepulangan ke Tanah Akan.

"Ditambah di Madinah masih tetap juga melakukan harus Arbain, memaksakan diri dengan Arbain itu akhirnya dan kelelahan sekarang ini di Madinah," katanya.

Menurut Enny, banyak jamaah haji yang dirawat di KKHI Madinah merupakan evakuasi dari KKHI Makkah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Hampir setiap hari ada jamaah yang dirawat di KKHI Madinah dari KKHI Makkah mengeluh sesak napas dan nyeri dada.

"Sebagian evakuasi dari Makkah, kita kemarin lumayan banyak ya, dari 14 orang terus ditambah 8 orang terus hari ini ada dua orang," ujar Enny.

Namun, ada juga jamaah yang sembuh dan kondisinya stabil. Jamaah haji tersebut bisa kembali ke kloter asalnya dan sebagian sudah pulang ke Tanah Air.

Sementara itu, total jamaah haji gelombang kedua yang wafat setibanya di Madinah sebanyak 5 orang. Penyebabnya karena kelelahan usai puncak haji di Armuzna dan memaksakan diri melakukan ibadah Arbain di Masjid Nabawi.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh jamaah haji khusus risiko tinggi (risti) jangan memaksakan diri melakukan Arbain.

"Boleh sekali-kali, mungkin 5 waktu ya shalat di Nabawi itu pasti akan menemukan kelelahan apalagi terutama orang yang tidak bugar. Ada yang orang sehat tapi enggak bukan kan enggak biasa aktivitas kemungkinan juga kan biasanya tensi bisa meningkat," katanya.

Sementara itu, dari 30 jamaah terdapat satu jamaah yang dirawat di KKHI Madinah akibat kelelahan usai memaksakan mendaki ke Jabal Nur untuk melihat Gua Hira.

Jamaah haji ini bernama Hariyanto (59 tahun) asal kloter 32 embarkasi Surabaya (SUB 32). Awalnya, Haryanto dirawat di KKHI Makkah dan kemudian sudah dievakuasi ke KKHI Madinah.

Hariyanto mengakui memaksakan diri untuk naik ke Gua Hira meski dalam kondisi tidak fit. Alhasil, Hariyanto langsung drop dan sempat dirawat di RSAS di Makkah selama 3 hari sebelum dipindahkan ke KKHI Makkah.

"Saya sampai merangkak, bagaimana caranya yang penting saya sampai puncak. Tapi ya ini risikonya," cerita Hariyanto di KKHI Makkah sebelum dievakuasi ke KKHI Madinah.

Hariyanto juga mengidap penyakit diabetes dan darah tinggi. Seharusnya ke Madinah pada tanggal 29 Juli 2022 namun harus mundur pada awal Agustus karena masih dirawat di KKHI Makkah. Hariyanto dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 7 Agustus 2022.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini