Share

Minta Uang Tip ke Jamaah Haji, Sopir Bus Shalawat Langsung Dipecat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 01 Agustus 2022 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 398 2640012 minta-uang-tip-ke-jamaah-haji-sopir-bus-shalawat-langsung-dipecat-DXJF02Qaen.jpg Minta tip ke jamaah haji, sopir bus shalawat dipecat. (Ilustrasi/Okezone/Dani Jumadil Akhir)

MAKKAH - Sopir bus shalawat dipecat karena memaksa meminta baksis atau uang tip kepada jamaah haji Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Makkah Asep Subhana saat melaporkan evaluasi bus shalawat.

Asep menjelaskan, sejauh ini operasional bus shalawat jelang berakhirnya operasional pada 5 Agustus tidak ada kendala yang berarti. Bahkan, rata-rata jamaah merasa puas dan terlayani.

"Sepanjang kita pantau dari kantor daker ini tidak ada kendala-kendala yang signifikan. Walaupun ada hal kecil, tapi tidak mempengaruhi jamaah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Asep di Makkah, Senin (1/8/2022).

Namun, terdapat satu kasus sopir bus shalawat terindikasi meminta tip kepada jamaah haji Indonesia. Sopir bus tersebut langsung dipecat.

"Ini kita sudah antisipasi di dua hari pelayanan awal ada sopir bus yang terindikasi meminta baksis atau tip kepada jamaah. Hari itu juga kita tidak menggunakan lagi surat peringatan langsung kita pecat di dua hari awal pelayanan, sehingga melihat seperti itu sopir-sopir lain tidak akan berani," tutur Asep.

Ia menambahkan, jika ada sopir bus shalawat yang memaksakan meminta tip kepada jamaah haji Indonesia dengan disertai bukti foto maupun video, sopir tersebut langsung dilaporkan ke perusahaan bus terkait dan langsung minta diganti.

"Artinya sopir yang meminta dengan paksaan, ada fotonya, ada videonya langsung kita laporkan ke perusahaan bus tersebut kita minta ganti sopir bus tersebut agar tidak melayani jamaah Indonesia," kata Asep.

Dengan tindak tegas, tidak ada lagi sopir bus shalawat yang memaksa meminta tip kepada jamaah haji Indonesia. Namun, Asep mengatakan jika ada jamaah yang ingin memberikan uang sebagai sedekah kepada sopir bus shalawat tidak dilarang. Yang dilarang adalah jika sopir meminta secara paksa ke jamaah.

"Kalau jamaah yang memberikan dengan sukarela karena merasa sudah dilayani selama di Mekkah ini, di catatan kami ada 46 hari layanan bus shalawat dan jamaah merasa puas dengan pelayanan tersebut, silakan memberikan sedekah," kata Asep.

Di sisi lain, ia melihat kejadian ini karena sopir tidak mendapatkan bayaran atau gaji yang besar selama musim haji oleh perusahaan transportasi Arab Saudi yang menyediakan layanan bus shalawat. Sayangnya, Asep tidak menyebut berapa gaji sopir bus shalawat.

"Dia bekerja hanya musim haji saja bukan sopir tetap dan dia digaji sangat minim. Dia diiming-imingi haji, 'Hei kamu mau enggak kerja sama saya, nih saya kasih gaji berupa visa haji'. Nah itu lah dia hanya dibayar secara honor atau gaji secara satu musim haji itu sangat minim sekali. Tapi karena gajinya visa haji semangatnya di situ," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini