Share

Ibadah Haji 2022 dalam Angka, 36 Ribu Kamar hingga 11 Juta Boks Makanan untuk Jamaah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2022 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 398 2639171 ibadah-haji-2022-dalam-angka-36-ribu-kamar-hingga-11-juta-boks-makanan-untuk-jamaah-QpmdeG6tQE.jpg Dirjen Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid (Foto: Dani Jumadil Akhir)

JEDDAH - Penyelenggaraan ibadah haji 2022 dalam angka. Saat ini, pelaksanaan ibadah haji memasuki fase pemulangan jamaah haji gelombang kedua dari Madinah menuju Tanah Air.

Fase pemulangan jamaah haji gelombang pertama dari Jeddah sudah berakhir hari ini. Tercatat lebih dari 50% jamaah sudah tiba di Tanah Air. 

Terhitung sejak awal keberangkatan jamaah haji pada 4 Juni 2022, operasional haji sudah memasuki hari ke-58.

BACA JUGA:Tak Bakal Ikuti Malaysia, Dirjen PHU: Ada 5,2 Juta Umat Islam di RI Menunggu Haji 

Sejumlah layanan di Arab Saudi telah diberikan kepada 92.668 jamaah haji reguler dalam rentang waktu itu, baik akomodasi, katering, maupun transportasi.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lebih dari 35 ribu kamar untuk jamaah haji.

“Untuk layanan akomodasi, ada 35.278 kamar yang disiapkan untuk jemaah. Sebanyak 40 hotel di Makkah dengan 26.647 kamar, dan 48 hotel di Madinah dengan 8.631 kamar,” kata Subhan di Jeddah, Jumat (29/7/2022).

BACA JUGA:Kabar Baik untuk Jamaah Haji RI, Ini Opsi Penambahan Jatah Air Zamzam Jadi 10 Liter 

Hotel di Makkah tersebar di lima wilayah, yaitu Mahbas Jin, Syisah, Raudhah, Jarwal, dan Misfalah. Masa tinggal jamaah haji Indonesia di Makkah adalah 25 hari.

Hotel di Madinah seluruhnya berada di wilayah Markaziyah, sekitar Masjid Nabawi. Masa tinggal jemaah di Madinah, berkisar delapan sampai sembilan hari. Selain itu, ada fase puncak haji yang berlangsung lima sampai enam hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Banyak sederet fakta yang tersusun dalam beberapa angka. Bukan hanya jamaah haji yang melakukan tawaf atau memutari Kakbah.

Dalam catatan Kementerian Agama bus shalawat juga 'tawaf' bolak-balik mengantarkan jamaah haji selama 24 jam.

“Dalam rentang masa itu, penggunaan air bersih, baik untuk mandi, wudhu, mencuci pakaian, diperkirakan mencapai 393.897.000 liter,” kata Subhan.

Kementerian Agama juga telah mengadakan kontrak kerja sama dengan 46 perusahaan dalam penyediaan konsumsi jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi.

Mereka bertugas menyiapkan makanan dan minuman jemaah, baik di Makkah, Madinah, Jeddah, maupun Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Mulai tahun ini, layanan katering di Makkah dan Madinah untuk kali pertama diberikan tiga kali makan sehari.

“Total ada 11.047.135 boks makanan yang disiapkan untuk jamaah selama di Saudi. Sementara untuk air minum, jumlahnya mencapai 35.088.810 botol. Selama di Makkah, jamaah mendapat 9 botol, termasuk air zamzam setiap hari dalam kemasan 330 mili liter,” katanya.

“Dari layanan katering ini, total sampah yang harus dikelola mencapai 11.696.910 kg,” sambungnya.

Layanan lainnya adalah transportasi. Selama di Arab Saudi, ada tiga layanan transportasi yang disiapkan untuk jamaah haji Indonesia.

Pertama, bus antar kota. Untuk jamaah yang berangkat pada gelombang pertama, bus antar kota akan mengantar mereka dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah ke hotel Madinah, lalu ke Makkah, selanjutnya ke Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah.

Sedangkan untuk jamaah yang berangkat pada gelombang kedua, bus antar kota akan mengantar mereka dari Bandara KAAIA Jeddah ke hotel Makkah, lalu ke Madinah, selanjutnya ke Bandara AMAA Madinah.

“Total ada 6.264 trip layanan bus antar kota pada musim haji tahun ini,” jelas Subhan.

Kedua, bus shalawat. Yaitu, sarana transportasi yang melayani jamaah dari hotel di Makkah menuju Masjidil Haram, pergi pulang gratis selama 24 jam. Ada 204 armada yang disiapkan, dan ditempatkan pada tiga terminal sekitar Masjidil Haram, yaitu Syib Amir, Jiad dan Bab Ali.

“Bus Shalawat beroperasi selama 24 secara taraddudi atau shuttle dengan total layanan mencapai 89.760 putaran,” kata Subhan.

Ketiga, transportasi masyair. Yaitu, transportasi yang disiapkan untuk mobilisasi jemaah haji Indonesia selama fase puncak haji.

Secara umum, jamaah diberangkatkan dari hotel di Makkah pada 8 Zulhijjah menuju Arafah. Setelah wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah, jamaah diberangkatkan ke Muzdalifah.

Selanjutnya, dari Muzdalifah jamaah diantar ke Mina. Setelah menginap beberapa malam, jamaah dibawa kembali ke hotel di Makkah.

“Total ada 1.927 trip perjalanan transportasi Masyair yang mengantar jamaah dari Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, dan kembali lagi ke Makkah,” ucapnya.

Subhan menambahkan, dalam situasi normal, persiapan penyelenggaraan ibadah haji biasanya sudah dilakukan sejak bulan Rabiul Awal. Hal itu diawali dengan adanya kepastian jumlah kuota haji Indonesia.

“Jika normal seperti itu, kita punya cukup waktu yang panjang, dari bulan Maulid sampai Syawal untuk menyiapkan layanan ibadah haji,” paparnya.

Menurutnya, tahun ini kepastian kuota baru didapat pada pertengahan Ramadhan. Waktu yang tersedia untuk persiapan hanya sekitar 37 hari.

"Alhamdulillah, semua bisa disiapkan dan proses penyelenggaraan haji hingga hari ini berjalan lancar,” tandasnya.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini