Share

Puncak Haji Selesai, Tenaga Kesehatan Tak Boleh Lengah Jaga Kondisi Jamaah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 398 2628885 puncak-haji-selesai-tenaga-kesehatan-tak-boleh-lengah-jaga-kondisi-jamaah-H9pQI9eymx.jpeg Jamaah haji Indonesia. (Foto: Dani Jumadil Akhir)

MAKKAH - Puncak Ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir. Petugas kesehatan baik tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan maupun Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter kembali menempati pos masing masing, mengikuti pola pergerakan jamaah haji.

“Pelayanan kesehatan kembali ke kloter, sektor, dan KKHI," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana di Makkah, Rabu (13/7/2022).

Budi mengatakan bahwa pasca Armuzna, pelayanan kesehatan difokuskan pada menjaga kondisi kesehatan jamaah sebaik mungkin baik pelayanan kesehatan di tingkat kloter, sektor, maupun Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

 Baca juga: Jadwal Lengkap 6 Kloter Jamaah Haji RI Pulang ke Tanah Air 15 Juli

“Fokus kita saat ini menjaga kondisi kesehatan jamaah setelah Armuzna," kata Budi.

Pihaknya menegaskan kewaspadaan petugas kesehatan tidak boleh berkurang meski puncak pelaksanaan ibadah haji telah selesai, sehingga tidak terjadinya kekambuhan penyakit jamaah.

Untuk itu pihaknya terus memperkuat skrining kesehatan jamaah haji di tingkat kloter dengan tetap mempertahankan formasi 30. Selain itu pelayanan kesehatan di sektor dan KKHI tetap berjalan seperti biasa sampai masa operasional haji selesai.

“Sehingga tidak menyebabkan penurunan kondisi kesehatan atau munculnya kekambuhan penyakit-penyakit yang sebelumnya sudah dimiliki jamaah sejak di Indonesia," ujarnya.

Selain kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, pihaknya menyatakan saat ini tim kesehatan menyiapkan tanazul awal bagi jamaah sakit untuk kembali ke Tanah Air saat kondisinya laik terbang.

“Sampai saat ini kami juga masih menerima usulan tanazul dari kloter," kata Budi.

Budi juga berpesan khusus kepada para jamaah haji, mengingat pasca armuzna terjadi pergeseran tren penyakit jemaah haji.

Hingga Selasa (12/7) tercatat sebanyak 14.962 jamaah haji mengalami batuk pilek, menggeser hipertensi ke posisi kedua dengan 12.720 kasus.

Sementara posisi ketiga ditempati oleh penyakit saluran pernafasan sebanyak 6.785 kasus. Nyeri otot di posisi keempat dengan 5.272 kasus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini