Share

Dukcapil Gerak Cepat Terbitkan Akta Kematian Jamaah Haji yang Sudah Meninggal

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 398 2624453 dukcapil-gerak-cepat-terbitkan-akta-kematian-jamaah-haji-yang-sudah-meninggal-JpRJXpJrps.jpg Dukcapil gerak cepat terbitkan akta kematian jamaah haji yang sudah meninggal/Raka D N

JAKARTA - Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat untuk memfasilitasi penerbitan Dokumen Kependudukan Akta Kematian jamaah haji yang meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan menyebut bahwa pihaknya menerima informasi medical mission (Surat Keterangan Kematian) jamaah oleh Republik of Indonesia Embassy di Makkah dan juga menerima permintaan untuk menerbitkan Dokumen Akta Kematian.

"Penerbitan dokumen kependudukan ini dilakukan secara cepat, mudah dan gratis. Keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri, karena sudah diuruskan oleh jajaran Dukcapil Daerah sesuai dengan alamat KTP-el atau KK korban," ujar Zudan dalam keterangannya, Rabu (6/7/2022).

Pada tahap pertama diterbitkan 2 akta kematian atas nama Suhati dan Suharno yang meninggal di Mekkah melalui Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

Kemudian pada hari Senin 4 Juli 2022 Kasudin Dukcapil Kota Jakarta Utara Edward Idris telah menyerahkan Dokumen Kependudukan secara langsung kepada ahli warisnya Rendy Andika Yudhaswara di kediaman.

Selanjutnya Selasa 5 Juli 2022 Kasudin Dukcapil Kota Jakarta Selatan Muhammad Nurrahman juga telah selesai memproses penerbitan dan menyerahkan langsung Dokumen Kependudukan kepada keluarga almarhum di kantor Kelurahan Ragunan.

Dokumen Kependudukan yang diserahkan yaitu Akta Kematian, Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el bagi suami atau istri yang ditinggalkan untuk diubah statusnya menjadi cerai mati layanan ini kita sebut layanan 3 in 1.

Zudan mengatakan bahwa hal tersebut bisa dilakukan karena semua layanan Dukcapil sudah terintegrasi dan terkoneksi secara online, semua dokumen kependudukan ditandatangani secara digital.

Dan dokumennya bisa dicetak dari manapun, serta file dokumen dalam bentuk PDF bisa dikirim langsung lewat surat elektronik atau melalui Whatsapp.

"Kami ingin memberikan pelayanan terbaik, maka Ditjen Dukcapil Pusat dan Dinas Dukcapil daerah berkoordinasi segera untuk menerbitkan dokumen kependudukan," ungkap Zudan.

Selain itu, kata Zudan, hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yaitu meminta Dinas Dukcapil daerah memanfaatkan perkembangan teknologi infomasi yang semakin mudah bagi masyarakat salah satunya pelayanan terintegrasi.

"Kita jangan sampai ketinggalan dari perkembangan revolusi teknologi informasi yang terus bergerak ini, untuk kepentingan kebaikan, terutama untuk pelayanan publik," katanya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini