Share

Hindari Kelelahan, Jamaah Haji Diminta Perbanyak Istirahat Jelang Wukuf di Arafah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 398 2622768 hindari-kelelahan-jamaah-haji-diminta-perbanyak-istirahat-jelang-wukuf-di-arafah-cAXCiOT3CA.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

MAKKAH - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana meminta semua petugas kesehatan mengkampanyekan jamaah haji istirahat tiga hari menjelang Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Dibutuhkan kondisi fisik yang prima bagi jamaah haji untuk dapat mengikuti rangkaian ibadah wajib haji, sehingga penting bagi petugas untuk mengingatkan jamaah haji tidak melakukan aktivitas yang berlebihan menjelang Armuzna.

“Paling tidak tiga hari sebelum Armuzna, jamaah perbanyak istirahat di hotel, pastikan stamina dan kesehatan terjaga sebelum puncak haji," kata Budi di Makkah, Minggu (3/7/2022).

 BACA JUGA:Tips Jaga Kesehatan untuk Jamaah Jelang Puncak Haji 2022

Budi mengharapkan jamaah haji Indonesia dapat beribadah dalam kondisi kesehatan yang terbaik. Mengingat 63% jamaah haji Indonesia merupakan jamaah berisiko tinggi (risti), sehingga jamaah perlu menghemat energinya untuk dapat aktifitas ibadah dengan prima di Armuzna.

“Agar jamaah tidak lelah dan stres. Hal ini bisa memicu kekambuhan penyakit. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan istirahat," kata Budi.

 BACA JUGA:Calon Jamaah Haji Jangan Tergiur dengan Tawaran Furoda dari Travel Abal-Abal

Untuk itu strategi promosi kesehatan pada jamaah mulai difokuskan pada kampanye untuk istirahat dari beraktifitas di luar hotel untuk persiapan menghadapi Armuzna.

Koordinator Promosi Kesehatan Edi Supriyatna mengatakan, agar aktifitas fisik jamaah haji disesuaikan dengan kondisi kesehatannya juga terus digaungkan. Hal ini mengingat mayoritas jamaah haji indonesia merupakan jamaah haji risti

“Materi promosi fokus pada minum jangan tunggu haus, minum air dicampur elektrolit (oralit), pemeriksaan kesehatan jamaah haji yang memiliki penyakit komorbid, penggunaan masker dan paying agar terhindar dari sengatan matahari, berhenti merokok dan penyesuaian aktifitas untuk menghindari kelelahan terus kita gaungkan” ucapnya.

Minum obat secara teratur sesuai saran dokter, lanjut Edi. Hal ini untuk menjaga jemaah dapat beribadah dalam kondisi yang terbaik.

Pendekatan dan edukasi diberikan langsung kepada jemaah haji di tiap kloter. Setiap harinya, tim promosi kesehatan bergerilya memanfaatkan semua sarana dan prasarana yang ada untuk terus menyampaikan pesan pesan promosi kesehatan.

“Berbagai Inovasi dilakukan agar pesannya dapat sampai kepada jamaah haji, contohnya menggunakan sunah rasulullah saat minum, ketika kita lakukan edukasi jangan tunggu haus” ujar Edi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini