Share

Tips Jaga Kesehatan untuk Jamaah Jelang Puncak Haji 2022

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 398 2622699 tips-jaga-kesehatan-untuk-jamaah-jelang-puncak-haji-2022-qMDUwLXeXe.jpg Jamaah haji yang sakit/ Foto: MCH

MAKKAH - Jamaah haji akan segera memasuki fase puncak haji. Wukuf di Arafah akan berlangsung pada 8 Juli 2022 atau 9 Dzulhijjah. Jamaah mulai diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah pada 7 Juli 2022.

 BACA JUGA:Update Haji 2022: Sebanyak 91.106 Jamaah Haji Tiba di Makkah, 20 Orang Meninggal Dunia

Sementara itu, kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini sangat panas rata-rata 40-46 derajat celcius. Selain panas, kelembaban udara juga sangat rendah.

Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Edi Supriyatna mengingatkan bahwa suhu yang tinggi dengan kelembaban rendah merupakan kondisi ekstrem yang sering menjadikan orang tidak sadar dirinya mengalami kekurangan cairan.

“Di Saudi, ekstremnya karena suhu tinggi dan kelembaban rendah sehingga tidak sadar kita sudah kekurangan cairan. Maka support kami kepada semua jamaah, minum air jangan tunggu haus,” kata Edi saat di KKHI Makkah, Minggu (3/7/2022).

 BACA JUGA:Calon Jamaah Haji Jangan Tergiur dengan Tawaran Furoda dari Travel Abal-Abal

Bagaimana agar jamaah bisa rutin minum dan tidak sering buang air kecil? Edi berbagi tips. Menurutnya, proses minumnya diukur, minimal 200 ml per jam atau satu gelas belimbing per jam saat aktivitas.

“Agar tidak dehidrasi dan tidak sering kencing, minum diatur 200 ml/jam dan dicampur dengan setengah sachet oralit. Diminum setiap satu jam sekali, saat beraktivitas. Minumnya pelan-pelan dan dinikmati,” tuturnya.

Untuk menjaga kelembaban dan menghindari hidung mimisan karena terlalu panas dan kering, jamaah juga diimbau tetap menggunakan masker.

"Yang pasti, jangan terlalu capek dan cukup istirahat. Simpan energi, khususnya saat-saat ini yang sudah memasuki fase persiapan menuju pucak haji Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna),” pesannya.

 BACA JUGA:Tambahan 10.000 Kuota Haji Tak Diambil, Bukan Hal Mudah seperti Berangkat dari Jakarta-Yogyakarta

Kepada para pembimbing ibadah, Edi berpesan agar mereka terus mengimbau dan mengingatkan jamaah untuk istirahat yang cukup atau menahan diri untuk tidak beraktifitas di luar hotel selama tiga hari sebelum Armuzna.

Sebab, jamaah perlu mempersiapkan kondisi fisiknya agar berada dalam kondisi prima saat di Armuzna.

“Kita semua harus ingat bahwa puncak dari ibadah haji adalah Armuzna, dan itu butuh fisik yang prima,” tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini