Share

Tingkatkan Imunitas Jamaah Jelang Puncak Haji 2022, Begini Caranya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 05:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 398 2622589 tingkatkan-imunitas-jamaah-jelang-puncak-haji-2022-begini-caranya-UE8Jx79kn6.jpg Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief (Foto: MHC/Dani Jumadil Akhir)

MAKKAH - Operasional bus shalawat akan berhenti sementara mulai 5 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah. Penghentian sementara bus shalawat ini karena armada bus akan digunakan untuk transportasi saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Dengan berhentinya bus shalawat, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak memaksakan ke Masjidil Haram. Apalagi, saat ini kota Makkah sudah dipadati jamaah haji dari negara lain, ditambah cuaca panas di Arab Saudi. Jamaah haji diimbau menjaga kesehatan dan menghemat energi.

Untuk itu, Direktur Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief meminta kepada kepala sektor masing-masing dan konsultan pembimbing agar membuat acara yang bisa meningkatkan imunitas jamaah haji di setiap sektornya.

"Kami mengimbau kepala sektor dan konsultan pembimbing ibadah, dalam suasana 2 hari terakhir jelang puncak haji bikin kegiatan yang lebih segar, yang bisa meningkatkan imunitas, yang buat jamaah segar," kata Hilman di Makkah, Sabtu (2/7/2022).

Hilman menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang positif dan bisa meningkatkan imunitas jamaah haji sangat perlu dilakukan. Dirinya tidak ingin jamaah stres karena hanya berada di hotel dan tidak bisa kemana-mana.

"Jangan sampai jelang wukuf malah stres. Kita ingin jamaah diajak senang yang bisa meningkatkan imunitas," katanya.

Sebelumnya, jamaah haji Indonesia diminta tidak memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram jelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Lebih baik jamah haji memaksimalkan beribadah di pemondokan atau hotel agar bisa menghemat energi saat wukuf di Arafah.

"Kami harus mengingatkan sering-sering kepada jamaah agar bisa me-manage waktunya dengan baik tetap diberikan waktu beribadah semaksimal mungkin tapi nanti hari menjelang wukuf kami mengimbau kepada jamaah tidak memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi yang juga sebagai Naib Amirul Hajj di Makkah.

Naib Amirul Hajj juga mengimbau kepada seluruh jamaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas Arab Saudi yang mencapai rata-rata 40-46 derajat Celsius. "Jangan sampai mereka kena dehidrasi. Untuk itu, diingatkan terus untuk mereka, konsumsi makan, minum bisa tertib sehingga tidak menimbulkan masalah kesehatan," katanya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana meminta jamaah haji Indonesia beristirahat di hotel selama 3 hari jelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

"Paling tidak 3 hari jelang Armuzna perbanyak istirahat di hotel," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana di Makkah, Rabu (29/6/2022).

Budi menjelaskan, tubuh membutuhkan istirahat yang cukup untuk persiapan jelang puncak haji. Dalam pelaksanaan di Armuzna dibutuhkan kesiapan fisik yang kuat, mengingat cuaca panas di Arab Saudi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini