Share

Rumah Sakit Indonesia Perlu Dibangun di Arab Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah, Ini Alasannya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 23:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 398 2622160 rumah-sakit-indonesia-perlu-dibangun-di-arab-saudi-untuk-jamaah-haji-dan-umrah-ini-alasannya-TpQx8HXGDR.jpg Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka (Foto: Dani Jumadil Akhir)

MAKKAH - Pemerintah perlu membangun rumah sakit Indonesia untuk melayani jamaah haji dan umrah di Arab Saudi. Selama ini pelayanan kesehatan jamaah haji hanya diurus Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka mengatakan, selama ini DPR melihat KKHI sifatnya lebih pada konsultasi kesehatan atau pelayanan kesehatan ringan, tapi setelah meninjau langsung diketahui di KKHI juga banyak pasien yang rawat inap.

"Jadi akan sangat baik sekali apabila Indonesia bisa membangun rumah sakit di Arab Saudi," kata Diah di KKHI Makkah, Jumat (1/7/2022).

Dalam kunjungan ini, hadir juga Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief, Kepala Daerah Kerja Makkah Mukhammad Khanif, Kapuskes Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana dan Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah M Imran Saleh.

Menurut Diah, dari kapasitas yang tersedia di KKHI, setengahnya sudah penuh oleh pasien penyakit jantung, diabetes, dan pasien yang menjalani operasi.

Diah menambahkan, tidak dipungkiri banyak juga jamaah yang punya beban penyakit komorbid sehingga penanganannya bukan lagi penyakit ringan sehingga perlu adanya rumah sakit Indonesia di Arab Saudi.

"Dari sini bisa kita ambil kesimpulan bicara kesehatan bukan hanya haji tapi juga umrah, jadi akan sangat baik sekali apabila Indonesia bisa membangun rumah sakit," katanya.

Saat ini, KKHI Mekkah seperti rumah sakit tipe C, maka bisa dibuat RS tipe B karena layanan yang ada terbatas sehingga perlu dirawat lebih lanjut ke RS Arab Saudi. Namun, ada ketidaknyamanan bagi jamaah untuk menjalani perawatan karena kendala bahasa.

"Ini yang mungkin bisa kita diskusikan lebih lanjut kira-kira sebatas apa kebutuhannya. Kira-kira fungsi anggaran yang mana atau sifatnya investasi. Tapi kebutuhan itu kita baca setelah kunjungan ini karena memang banyak juga penyakit-penyakit yang cukup berat yang tidak bisa ditangani dengan kapasitas poliklinik biasa," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini