Share

Batuk Pilek, Jamaah Diminta Jaga Kondisi Fisik Jelang Puncak Haji di Armuzna

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 398 2621721

MAKKAH - Jamah haji Indonesia diminta fokus mempersiapkan fisik jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) mulai 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022.

Sebab, beberapa hari jelang puncak haji, jamaah haji mengalami batuk pilek. Hal ini diungkapkan dokter Tim Kesehatan dari embarkasi Batam (BTH 11) Raja Nilawati.

"Ada beberapa kasus yang memang lumayan meningkat di beberapa hari ya jelang puncak haji, yakni batuk pilek," kata Nila kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah.

 BACA JUGA: Pelaksanaan Haji 2022 Sangat Istimewa Bergelar Haji Akbar, Ini Penjelasannya

Klinik kesehatan ini berada di sektor 2 Syisyah dan melayani setiap harinya rata-rata 100 jamaah haji Indonesia. Berbagai keluhan kesehatan disampaikan jamaah haji, yang terbanyak saat ini soal batuk pilek.

"Karena mungkin suasana kelembaban udara di sini terlalu kering ya, menimbulkan kering tenggorokan gatal sehingga adanya batuk dan pilek," katanya.

Untuk itu, dirinya meminta para jamaah haji Indonesia untuk tidak terlalu memforsir kegiatan di luar ruangan, mengingat cuaca di Arab Saudi rata-rata mencapai 40-46 derajat celcius. Selain itu, jamaah tetap diimbau untuk perbanyak minum air dan konsumsi multivitamin untuk menjaga kesehatan.

Di sisi lain, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah Ansor meminta seluruh jamaah haji untuk fokus mempersiapkan fisik tiga hari menjelang puncak haji.

"Jadi tiga hari jelang wukuf di Armuzna itu, kita fokuskan pada persiapan fisik," ujar Ansor.

Tugas pembimbing ibadah selalu mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh jamaah agar tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunah terutama untuk beribadah ke Masjidil Haram.

Para jamaah haji bisa memanfaatkan mushola atau masjid di sekitar hotel untuk melaksanakan ibadah wajib maupun sunah agar tidak menguras fisik. Apalagi layanan bus shalawat akan berhenti operasi sementara mulai 5 Dzulhijjah.

"Jadi tetap kita sampaikan ke mereka, kesiapan yang fisik itulah yang utama untuk menghadapi puncak haji," katanya.

Menurut dia, dari sisi ibadah sudah dilakukan semaksimal mungkin dengan sesi bimbingan ibadah dan motivasi setiap hari terkait dengan pemahaman dan pengamalan dari pemahaman manasik haji.

"Kuncinya justru di kesehatan. Bagaimana mengatur asupan gizi dan sebagainya, saya kira di situ. Intinya kesehatan, dari sisi ibadah sudah," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini