Share

Cerita 'Srikandi' Bantu Jamaah Tersasar Lewati 144 Pintu di Masjidil Haram

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 393 2618169 cerita-srikandi-bantu-jamaah-tersasar-lewati-144-pintu-di-masjidil-haram-5c5m03qZoF.jpg Srikandi Masjidil Haram (Foto: Dani Jumadil Akhir)

MAKKAH - Sektor khusus Masjidil Haram mempunyai 'srikandi' yang melayani, membantu dan melindungi jamaah haji Indonesia. Jumlah 'srikandi' di Masjidil Haram sebanyak 18 orang. 

Istilah srikandi ini karena semua petugasnya merupakan wanita yang terdiri dari berbagi unsur, mulai dari TNI/Polri, dokter hingga mahasiswa Indonesia yang ada di Arab Saudi.

Srikandi Masjidil Haram bertugas selama 24 jam yang dibagi dalam 2 shift. Mereka bertugas di area mataf Kakbah dan berjaga di area sai. Shift pertama pukul 09.00 WAS hingga 21.00 WAS, kemudian shift kedua pukul 21.00 WAS hingga 09.00 WAS. 

Salah satu 'srikandi' Masjidil Haram Uning Haryani mengatakan, tugas yang dilakukan di Masjidil Haram seperti membantu jamaah yang kesulitan mencari pintu keluar di dalam Masjidil Haram. Karena di dalam Masjidil Haram sudah tembus dengan masjid baru yang bernama King Abdullah.

"Jadi jumlah pintu yang ada di Masjidil Haram 99 digabung dengan King Abdullah jadi berjumlah 144 pintu. Di samping itu kita mengarahkan jamaah yang nyasar atau tidak tahu mencari bus shalawat untuk kembali ke hotel masing-masing," kata Uning dari unsur perlindungan jamaah (Linjam) di Masjidil Haram, Sabtu (25/6/2022).

Tantangan lainnya yang dihadapi sektor khusus Masjidil Haram seperti menemukan jamaah yang tidak bisa berbahasa Indonesia, karena jamaah tersebut hanya bisa berbahasa daerah asal. Namun tantangan selama ini bisa diatasi.

Untuk masalah yang sering dihadapi 'srikandi' Masjidil Haram di area mataf di antaranya jamaah pingsan, jamaah yang kebingunan tidak tahu harus ke mana karena terpisah dari rombongan. "Itu yang sering kita temui di lapangan," kata Uning. 

Menurut Uning, perbedaan yang mencolok dalam pelaksanaan ibadah haji 2022 dibandingkan tahun sebelumnya adalah di area tawaf. Sebab, hanya jamaah yang berpakaian ihram yang boleh memasuki area tawaf. Hal ini yang mendasari munculnya istilah 'srikandi' Masjidil Haram.

"Jadi untuk sementara di area tawaf di lantai dasar untuk laki-laki itu tidak boleh untuk tawaf atau masuk ke masjid lantai dasar kecuali menggunakan ihram. Namun untuk perempuan itu bebas," katanya.

Uning menjelaskan, periode yang sangat ramai di sektor khusus Masjidil Haram terjadi saat malam hari. Biasanya dimulai sejak setelah Sholat Isya.

"Di samping mereka tawaf dilanjutkan itikaf sekalian menunggu Sholat Subuh. Setiap hari, kalau pagi gini habis Subuh agak longgar karena abis Subuh, Sholat Dhuha sebentar langsung kembali ke hotel istirahat dan nanti Zuhur sampai Ashar kembali lagi ke masjid untuk ibadah," katanya.

Menjadi petugas sektor khusus Masjidil Haram, menurut Uning lebih banyak sukanya karena bisa melayani, membimbing dan melindungi tamu-tamu Allah. "Kalau untuk dukanya tidak ada menurut saya karena segala sesuatu yang kita kerjakan dengan ikhlas penuh rasa tanggung jawab akan nyaman dengan diri kita sendiri. Jadi kita laksanakan hati ikhlas agar kita nyaman sehat dan bahagia," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini