Share

Proyek Rumah Indonesia di Makkah Tunggu Aturan MBS soal Hak Guna Pakai Jadi 1 Abad

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 398 2617539 proyek-rumah-indonesia-di-makkah-tunggu-aturan-mbs-soal-hak-guna-pakai-jadi-1-abad-LukSXmBnhV.jpg Makkah. (Foto: AFP)

MAKKAH - Rencana pembangunan Rumah Indonesia di Makkah, Arab Saudi menunggu perubahan aturan hak guna pakai dari 30 tahun menjadi 100 tahun atau 1 abad.

Perubahan aturan ini tengah dipertimbangkan oleh Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) setelah dilakukan dua kali pertemuan.

"Pemerintah Saudi sedang memikirkan untuk mengubah peraturan tentang kepemilikan hak guna pakai itu dari 30 tahun menjadi 100 tahun," kata Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad di Kantor Daker Makkah, Jumat (24/6/2022).

"Jadi kalau 100 tahun mungkin ada insentif lah ya untuk siapapun yang membangun kemudian memanfaatkan selama 100 tahun setelah itu terserah," tambahnya.

 Baca juga: 5 Fakta Masjidil Haram di Makkah, Bangunan Tak Hancur Meski Dihantam Berbagai Bencana

Dubes menjelaskan, Rumah Indonesia adalah bangunan yang bisa digunakan untuk menampung jamaah haji Indonesia, baik untuk umrah maupun haji dan sekaligus menjadi pusat pengenalan budaya Indonesia.

"Tetapi persoalannya membangun di Makkah tidak mudah karena tidak boleh ada kepemilikan asing di Makkah. Nah selain itu juga hak guna pakai itu hanya 30 tahun," kata Dubes.

Untuk itu, pembangunan Rumah Indonesia lanjut Dubes masih menunggu perubahan aturan hak guna pakai dari 30 tahun menjadi 100 tahun. Sebab, jika hanya 30 tahun dikhawatirkan tidak menarik para investor.

"Jadi kalau investasi agak tinggi agak besar hanya berlaku 30 tahun itu sepertinya belum anytime bisa diambil alih oleh pemerintah setempat atau dengan kata lain belum memberikan keuntungan apapun," katanya.

Sementara, lahan untuk pembangunan Rumah Indonesia sudah tersedia di beberapa wilayah. Cuma masalah yang harus diselesaikan dulu mengenai aturan hak guna pakai menjadi 100 tahun.

"Saya kira iya, menurut saya lebih baik aturan itu direvisi dulu sampai nanti kita mendapatkan return atau keuntungan yang kita anggap wajar

nanti kan sebetulnya kalau bangunan seperti itu ada manfaatnya selain secara ekonomis juga mungkin bagus, tapi juga secara budaya," tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana membangun Rumah Indonesia di Mekkah. Rumah ini menampung jamaah haji dan umroh asal Indonesia.

Erick memastikan, proyek ini segera digarap perusahaan pelat merah. Skema pendanaan pun akan digelontorkan PT BNI Tbk. Hanya saja, Erick belum merinci nominal pendanaan yang dimaksud.

"Saya mengharapkan dukungan dari BPKH untuk berpartisipasi dalam skema pendanaannya berkolaborasi dengan BNI untuk mendanai konstruksi proyek Rumah Indonesia," ungkap Erick dalam gelaran Global Islamic Investment Forum 2022 Jumat (25/3/2022).

Erick pun meminta agar Islamic Development Bank atau ISDB dapat berdiskusi dengan PTPP dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) dalam rangka membahas kemungkinan kolaborasi dalam pengerjaan Rumah Indonesia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini