Share

Dubes: Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji 10.000 seperti Tradisi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 05:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 398 2617223 dubes-indonesia-dapat-tambahan-kuota-haji-10-000-seperti-tradisi-qzRNTYjOyB.jpg Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Azis Ahmad (foto: MPI/Dani)

MAKKAH - Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengatakan, tambahan kuota haji 10.000 yang diberikan Arab Saudi untuk Indonesia merupakan tradisi setiap tahun.

"Sebetulnya itu tradisi ya. Pemerintah Saudi memberikan tambahan kuota hampir tiap tahun itu, kuota 10.000 itu hampir tiap tahun," kata Abdul Aziz di Kantor Daker Makkah, Jumat (24/6/2022).

Abdul Aziz menjelaskan, penambahan kuota haji juga terjadi pada 2019 sebanyak 10.000 jamaah. "Tahun kemarin (2019) seingat saya penambahan kuotanya 10.000. penambahan kuota sudah beberapa kali itu 10.000 biasa," katanya.

 BACA JUGA:Resmi! Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji 10.000 Tahun Ini

Dengan demikian, kuota haji Indonesia pada tahun ini bertambah menjadi 110.051 dari sebelumnya 100.051. Untuk mekanisme pembagian kuota tambahan ini, Abdul Aziz menyerahkan ke pemerintah pusat.

"Kalau misalnya katakan jumlah itu agak sedikit katakan 2 minggu sebelumnya begitu, mungkin masuk kuota yang sekarang. Tapi karena proses secara teknis memerlukan proses agak panjang, perlu waktu, dan juga tambahan pendanaan," katanya.

 BACA JUGA:Soal Kabar Penambahan 10.000 Kuota Jamaah Haji, Kemenag Masih Tunggu Kepastian dari Saudi

Tambahan pendanaan ini seperti pelayanan harga Masyair yang di mana sudah ada kenaikan oleh Pemerintah Arab Saudi, sehingga harus mencari dana tambahan serta izin dari DPR.

"Kalau penambahan untuk mendapatkan uang katakanlah uang dari mana sumbernya, dari BPKH harus melalui DPR," ujarnya.

"Padahal kan DPR sedang reses sekarang. Tidak mungkin kan. Hal-hal teknis seperti mungkin tidak terantisipasi oleh pemerintah Saudi karena berbeda cara pendekatannya," tambahnya.

Plt Irjen Kementerian Agama Nizar Ali Nizar Ali menjadi soal penambahan kuota haji yang diterima oleh Indonesia. Tambahan kuota ini paling mungkin diserahkan pada haji khusus karena mereka punya kemampuan finansial lebih daripada reguler.

"Kalau dari segi dimensi analisis kita terhadap manajemen itu sangat riskan kalau untuk jamaah regular, hanya mungkin analisis kami kemungkinan untuk jamaah haji khusus. Teman-teman haji khusus rata-rata ekonominya kuat, dan itu pure unit costnya dibiayai oleh jamaah," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini