Share

DPR Batal Gelar Raker Bareng Menag soal Penambahan 10 Ribu Kuota Jamaah Haji

Felldy Utama, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 398 2616753 dpr-batal-gelar-raker-bareng-menag-soal-penambahan-10-ribu-kuota-jamaah-haji-beVYSmuftt.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Komisi VIII DPR batal menggelar rapat kerja (Raker) bersama menteri agama, Yaqut Cholil Qoumas pada hari ini. Rencananya, rapat tersebut dalam rangka membahas penambahan 10 ribu kuota jamaah haji tahun 2022.

"Nggak jadi karena ternyata info dari Kemenag (Kementerian Agama) tambahan 10 ribu kuota belum jelas," kata Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).

Yandri menyampaikan bahwa ihwal ketidakpastian penambahan 10 ribu kuota haji tahun ini dikarenakan penambahan tersebut sudah dimasukkan ke e-Haj atau sistem haji pemerintahan Arab Saudi.

Akibatnya, Arab Saudi memblokir uang yang sudah disetorkan Indonesia untuk penyelenggaraan 100 ribu jemaah haji reguler. Penambahan tersebut membuat uang yang sudah disetorkan tersebut berkurang karena penambahan 10 ribu kuota jemaah.

Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah masalah. Di antaranya, mengganggu proses keluar visa jemaah.

"Jadi sempat terhambat untuk pemberangkatan jemaah keluar visanya itu sempat ada gangguan," ujarnya

Dia menyebut, Kemenag khawatir jika penambahan 10 ribu kuota jemaah haji tambahan itu dilanjutkan prosesnya, dipastikan bakal mengganggu pemberangkatan jemaah haji reguler yang sudah masuk gelombang kedua.

"Maka saya tanya Pak Dirjen kemaren, supaya tidak menggangu itu dikeluarkan dulu dari e-haj tambahan 10 ribu kuota itu," sebut dia.

Setelah dikeluarkan, kata dia, sampai saat ini belum ada kepastian penambahan kuota 10 ribu jemaah haji. Sehingga, Komisi VIII pun membatalkan agenda raker hari ini.

"Kalau belum ada hal yang bisa dibahas secara pasti untuk apa kita raker. Oleh karena itu kita batalkan (raker bersama Menag Yaqut)," tuturnya.

Dia menyampaikan penambahan kuota tambahan 10 ribu jemaah haji itu dinilai berat untuk dicapai. Sebab, penutupan pemberangkatan kloter kedua calon jemaah haji 2022 yaitu 3 Juli 2022.

"Menurut saya sudah berat ini kalau seperti ini karena dari sisi persiapan sudah nggak mungkin dan nanti bisa bikin berantakan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini