Share

Pengawas Internal Nilai Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Berjalan Baik, Tak Ada Suami-Istri Terpisah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 398 2616193 pengawas-internal-nilai-pelaksanaan-ibadah-haji-2022-berjalan-baik-tak-ada-suami-istri-terpisah-CFKoeduVtM.jpg Nizar Ali. (Foto: Dani Jumadil Akhir)

MAKKAH - Pengawas Internal Penyelenggaraan Ibadah Haji 2022 menyatakan, sampai hari ini pelaksanaan ibadah haji berjalan baik meski ada beberapa kendala.

Kendala ini dapat diatasi oleh petugas haji yang tergabung dalam PPIH daerah kerja Bandara, Madinah dan Makkah. Kendala yang terjadi seperti masalah administrasi di antaranya adanya perbedaan nama antara paspor dengan visa, kemudian nama sama tetapi nomor paspor di visa berbeda.

"Kemudian teman-teman petugas bandara bisa antispasi dengan baik dan bisa berjalan menyusul jamaah haji lain," ujar Pengawas Internal Penyelenggaraan Ibadah Haji 2022 Nizar Ali di kantor Daerah Kerja Makkah, Rabu (22/6/2022).

 

Nizar yang juga menjabat sebagai Plt Inspektur Jenderal Kementerian Agama menilai pelayanan fast track juga berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Fast track sudah dimulai sejak 2019. Sebanyak 29.131 jamaah haji Indonesia dari 73 kloter mendapatkan layanan fast track atau jalur cepat pada pelaksanaan ibadah haji 2022.

 Baca juga: Jamaah Haji Indonesia Meninggal Dunia di Makkah, Penyebabnya Henti Jantung

29.131 jamaah haji yang mendapatkan layanan fast track setara 31% dari total jamaah haji Indonesia pada tahun ini.

Pada tahun ini layanan fast track akan melayani jamaah haji Indonesia yang berasal dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi.

"Saya lihat juga fast track juga lebih baik, dulu ada koper terpisah sekarang enggak ada. Dulu ada suami dan istri terpisah bus, tahun ini kasus seperti itu sudah tidak terjadi lagi. Ini perkembangan bagus,” kata Nizar.

Nizar melihat perkembangan yang lebih baik dari pelaksanaan ibadah haji bisa terus dipertahankan. Meski tetap melakukan evaluasi penugasan jika ada masalah bisa langsung dimitigasi sehingga berjalan baik.

Nizar melihat pelaksanaan ibadah haji di Makkah hingga saat ini relatif lebih baik seiring pembatasan kuota jamaah haji. Hal ini terlihat dari pelaksanaan umrah wajib di Masjidil Haram.

"Semalam saya mangamati di Masjdil Haram masih lancar orang tawaf, sai juga tidak ada kendala berarti berjalan dengan baik. Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan sampai selesainya operasional haji," ujarnya.

Pengawasan penyelenggaran ibadah haji dimulai dari aspek kedatangan jamaah di bandara dan langsung bergerak ke hotel, kemudian proses administrasi. Aspek selanjutnya soal pengawasan layanan transportasi, konsumsi dan akomodasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini