Share

Perbandingan Pahala Haji Berjalan Kaki dan Naik Kendaraan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 398 2616184 perbandingan-pahala-haji-berjalan-kaki-dan-naik-kendaraan-tyevS8DxIl.jpg Ilustrasi haji/Dani Jumadil Akhir

JAKARTA - Perbandingan pahala haji berjalan kaki dan naik kendaraan. Saat melakukan ibadah haji menuju Baitullah para jamaah dari tempat keberangkatan dapat menempuh perjalanan dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan.

Diketahui saat melakukan ibadah haji kini telah dilengkapi dengan fasilitas yang modern, yakni adanya fasilitas scooter (sepeda motor listrik) untuk thawaf dan sa'i, ada pula kereta api di wilayah masy'aril haram.

Lantas, bagaimana perbandingan pahala haji berjalan kaki dan naik kendaraan? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.

Perbandingan Pahala Haji Berjalan Kaki dan Naik Kendaraan

Ibadah haji telah diterangkan dalam QS. Al-Hajj 22: Ayat 27, bunyinya sebagai berikut:

وَاَ ذِّنْ فِى النَّا سِ بِا لْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَا لًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَا مِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh,"

Dalam ayat tersebut terdapat penggalan ayat رجالا yang berarti jalan kaki ketimbang berkendara.

Dalam konteks ini berkendara yang dimaksud adalah menunggangi unta yang kurus.

Selaras dengan ayat di atas, Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi menerangkan bahwa perbandingan pahala haji berjalan kaki dan naik kendaraan lebih utama jalan kaki.

Hal itu sesuai dengan riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma yang secara marfu' menyatakan bahwa barangsiapa yang pergi berhaji ke Mekkah dengan berjalan kaki hingga kembali, maka setiap langkah dituliskan baginya satu kebaikan dari kebaikan-kebaikan tanah Haram. Seseorang bertanya,

“Apa itu kebaikan-kebaikan tanah Haram?” Rasulullah SAW menjawab, “Satu kebaikan menyamai seratus ribu kebaikan.” (HR Hakim)

Menurut hadits di atas, dalam kitab Fadhila Haji, Syekh Maulana Muhammad Zakariyya menerangkan berdasarkan perhitungan ini, tujuh ratus kebaikan menyamai tujuh puluh juta kebaikan.

"Ini adalah pahala dari setiap langkah. Dengan demikian, bisakah pahala seluruh perjalanannya dihitung?" kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya.

Sedangkan, Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari juz 4, menjelaskan bahwa Ishaq bin Rahawaih mengatakan jika jalan kaki lebih utama sebab terdapat kata capek atau تعب.

Hanya saja, jumhur ulama berpendapat bahwa berkendara lebih utama sebab Rasulullah berhaji dengan berkendara.

Sehingga disimpulkan bahwa pilihan keutamaan itu berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan keadaan manusia.

Demikian perbandingan pahala haji berjalan kaki dan naik kendaraan yang perlu diketahui umat muslim.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini