Share

Ditemukan Pemalsuan Tasrih Masuk ke Raudhah, Ini Kronologinya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 22:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 398 2615726 ditemukan-pemalsuan-tasrih-masuk-ke-raudhah-ini-kronologinya-Bi2gwdQeIH.jpg Kepala Daker Madinah Amin Handoyo (Foto: MCH Kemenag)

MADINAH - Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Amin Handoyo memberikan penjelasan perihal pemalsuan surat izin (tasrih) masuk Raudhah. Sebab ada laporan petugas haji soal adanya pemalsuan tasrih yang melibatkan mukimin atau warga Indonesia yang sudah menetap di Arab Saudi.

"Memang ditemukan adanya penyalahgunaan tasrih," kata Amin di Madinah, Selasa (21/6/2022).

Secara sistem, masuk Raudhah sudah digitalisasi, namun hasil print out berbentuk kertas ini yang dipalsukan oleh oknum mukimin tersebut.

"Tasrih yang dipalsukan sempat dipakai. Sudah masuk. Mereka mengkoordinir jamaah untuk masuk ke dalam," katanya.

Amin menjelaskan bentuk pemalsuan izin tasrih ini terletak dari sisi tanggal dan jam kunjungan yang digunakan untuk kepentingan beberapa orang demi keuntungan pribadi.

"Kalau berbicara tentang pemanfaatan kepentingan haji untuk kepentingan personal sudah banyak terjadi, termasuk kadang melanggar hukum. Adanya pemalsuan data kan melanggar hukum," ujar Amin.

Baca juga: Jadi Rebutan Jamaah Haji Seluruh Dunia, Ini Keistimewaan Raudhah! Taman Surga Tempat Mustajabnya Doa

Amin menambahkan, pemalsuan tasrih masuk ke Raudhah ini merupakan modus baru. Sebelumnya, masuk ke Raudhah tidak perlu tasrih. Kini semuanya sistem digital agar tidak adanya antrean jamaah.

Baca juga: Jadwal Masuk ke Raudhah, Jamaah Haji Bisa Cek di Sini

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, PPIH Arab Saudi akan melakukan pendekatan dengan para mukimin. Ini penting dilakukan agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.

"Ya kita masih teguran. Kita belum melaporkan ke otoritas Saudi," katanya.

Laporan adanya pemalsuan tasrih masuk ke Raudhah terungkap karena jamaah masuk ke Raudhah tapi bukan didampingi petugas haji Indonesia. Kemudian tim PPIH Daker Madinah berusaha mencari informasi dan diketahui mereka masuk karena salah satu modusnya adalah menggunakan tasrih yang dipalsukan.

Oknum mukimin ini memanfaatkan kedekatan dengan penjaga yang di Arab Saudi karena mereka memang sudah biasa melayani jamaah saat umrah. "Sehingga sudah memiliki kedekatan dan punya trik untuk melunakkan orang-orang dan petugas orang-orang di situ. Khusunya petugas perempuan (Abla)," katanya.

Di sisi lain, Amin belum tahu apakah ada tarif tertentu dimintakan ke jamaah setelah masuk Raudhah dengan tasrih palsu. Namun tasrih palsu itu telah meloloskan lebih kurang 100 orang jamaah. "Tapi kalaupun tidak menarik tarif, akan mengganggu yang lain. Kalaupun jamaahnya mau, penarikan tarif itu kan suatu penyimpangan yang menyebabkan masalah bagi jamaah lain," ujar Amin.

Untuk itu, Amin mengimbau kepada seluruh jamaah haji Indonesia untuk tetap mematuhi aturan pelaksanaan ibadah haji yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi, termasuk saat masuk ke Raudhah.

Baca juga: Sholat di Raudhah, Menag Berdoa Jamaah Dunia Bisa Kembali ke Tanah Suci

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini