Share

Haji 2022: Cerita Jamaah Bawa Beras, Rendang hingga Ikan Asin

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2022 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 393 2612791 haji-2022-cerita-jamaah-bawa-beras-rendang-hingga-ikan-asin-cRa9OzhAAe.jpg Iskandar seorang jamaah haji bawa rendang ke Tanah Suci (Foto: Okezone)

MAKKAH - Makanan yang dibawa jamaah haji Indonesia 2022 menarik untuk diketahui. Meski sudah tersedia layanan konsumsi dengan makan 3 kali sehari dengan cita rasa nusantara, nampaknya tidak membuat jamaah haji Indonesia menghentikan niatnya untuk membawa makanan dari asal daerahnya.

Hal ini terbukti dengan banyaknya makanan yang dibawa jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci. Salah satunya jamaah haji asal embarkasi Padang (PDG) yang ditemui Media Center Haji (MCH) di Hotel Kiswah Sektor 4 Jarwal, Makkah.

Jamaah haji bernama Iskandar asal Padang (62 tahun) membawa mi instan sebanyak 20 bungkus, kemudian beras sebanyak 2 kilogram (kg), rendang 2 kg, ikan asin, teri medan hingga cumi-cumi.

"Tapi melihat makanannya (di sini) enggak perlu dipakai itu, sudah berlebih mungkin itu penyebab (pegang pinggang) asam urat, mungkin asam urat saya pikir karena dagingnya banyak-banyak, terutama di Madinah kemarin. kalau sini banyak ikan," kata Iskandar, Kamis (16/6/2022).

Iskandar menjelaskan alasan dirinya membawa beras 2 kg. Dia khawatir jika pelayanan konsumsi terlambat. Namun, hal tersebut tidak terjadi, bahkan kata Iskandar, layanan konsumsi dengan makan 3 kali sehari membuat dirinya tidak telat makan. Untuk menunya pun sangat variatif.

Baca juga: Cerita Umar Pemuda 26 Tahun Berangkat Haji Khusus Demi Wujudkan Keinginan Almarhum Ayah

"Kalau seandainya ada macet segala macam masak dikit, sampai sekarang alhamdulilah, mudah-mudahan tidak terpakai," katanya.

Baca juga: Kisah Haru Tukang Becak Asal Sampang Berangkat Haji

Untuk memenuhi rasa pedas makanan, Iskandar membawa makanan khas dengan rasa pedas seperti teri medan hingga ikan asin kiriman dari anaknya di Batam. Diakui dirinya makanan yang disajikan kurang pedas, sebab dirinya suka dengan makanan pedas. "Mungkin karena kurang pedas (menu di sini), sudah terpakai 4 buah, kita bawanya untuk ibu 10, untuk bapak 10 kiriman anak dari Batam. Sambalnya di dalamnya itu sudah jadi, kalau kata kawan-kawan ini luar biasa, pedasnya memang masuk. Jadi kalau kita buka satu, kita keroyokan aja untuk nambah kepedasannya," kata Iskandar.

Jamaah haji lainnya asal Padang, Alfurqon Zakaria (58 tahun) juga membawa beras hingga rendang. "Jadi saya bawa beras. Bawa makanan yang sudah kita masak insya Allah enggak ada kejadian. Saya bawa 1-2 kg beras," katanya.

Tak hanya beras, dia juga membawa alat pemasak beras agar menjadi nasi. Alfurqon mempunyai alasan sendiri membawa beras hingga rendang. "Ini sebagai antisipasi dulu, kemacetan kita khawatirkan mobil enggak bisa masuk ke tempat Arafah, Muzdalifah dan Mina, jadi pengalaman itu kami antisipasi dengan cepat," katanya.

Untuk layanan konsumsi diakui Alfurqon sangat cukup. Layanan konsumsi sudah dibagikan ke jamaah dengan ontime dan menu yang variatif. "Saya pikir paling bagus karena tiga kali sehari, kemudian ontime, ndak ada keterlanbatan hanya kita yang terlambat ambil," katanya.

Baca juga: Haji 2022, Menag Yaqut Pimpin Delegasi Amirul Hajj 1443 H

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini