Share

Dear Jamaah Haji, Ini Dahsyatnya Fadhilah Shalat Arbain di Masjid Nabawi

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 398 2608204 dear-jamaah-haji-ini-dahsyatnya-fadhilah-shalat-arbain-di-masjid-nabawi-cmW4BdVFRz.jpg Jamaah saat shalat di Masjid Nabawi (foto: MPI/Abu Pane)

SHALAT ARBAIN merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk dilaksanakan saat umrah atau naik haji. Shalat arbain sendiri dapat diartikan dengan shalat fardhu berjamaah di Masjid Nabawi bersama imam rawatib sebanyak 40 kali.

Shalat arbain dilaksanakan secara berturut-turut tanpa ketinggalan satu shalat pun dan dilakukan selama delapan hari. Tujuan dari shalat arbain ini adalah mendapatkan fadhilah pembebasan dari api neraka dan azab, serta terbebas dari kemunafikan.

 BACA JUGA:5 Lokasi Bersejarah di Madinah yang Layak Dikunjungi saat Beribadah Haji

Ibadah ini sangat mungkin dilakukan saat kondisi normal. Umumnya jamaah haji tinggal di Madinah selama kurang lebih 8 hari 12 jam, sehingga mereka memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan ziarah dan shalat arbain. Sayangnya, saat kondisi pandemi Covid-19, jamaah hanya beberapa hari tinggal di Madinah sehingga tidak bisa memaksimalkan ziarah dan shalat arbain seperti saat kondisi normal.

Terdapat salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang membahas tentang shalat arbain ini. Hadis tersebut berbunyi: “Barangsiapa yang shalat di masjidku (Nabawi) empat puluh kali shalat, tidak tertinggal satu shalat pun, maka baginya pembebasan dari api neraka dan selamat dari azab, serta terbebas dari kemunafikan,” (HR Ahmad).

 BACA JUGA:19 Fakta Masjid Nabawi di Madinah, Sholat di Sini Raih Pahala 1.000 Kali Lebih Besar

Akan tetapi, hadis yang menyertai shalat arbain ini disebut lemah sehingga perlu kajian lebih mendalam. Hamzah Ahmad az-Zain sebagai pentahqiq Musnad Ahmad berpendapat bahwa sanad hadis ini hasan. Namun hal ini diragukan oleh al-Haitami. Sedangkan menurut ad-Dimyati, perawi hadis ini semuanya tsiqat. Ulama Indonesia menjadikan hadis ini sebagai dasar pelaksanaan shalat arbain.

Sejatinya, melaksanakan salat fardhu berjamaah di Masjid Nabawi merupakan amal ibadah yang baik, terlepas dari dalilnya. Hal ini disetujui oleh Imam Ghazali dan Imam Nawawi yang menganjurkan jamaah haji untuk salat di masjid Rasulullah SAW dan sebaiknya setiap masuk masjid berniat itikaf. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa salat arbain hukumnya sunah yang sangat dianjurkan.

Apabila belum bisa melaksanakan shalat arbain di Masjid Nabawi, adakah penggantinya? Praktisi haji KH Ahmad Baidhowi, mengutip dari laman kemenag.go.id, menyebut beberapa amalan yang dapat menggantikan shalat arbain di Masjid Nabawi. Mengacu pada hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, jamaah dapat melaksanakan salat berjamaah selama 40 hari berturut-turut, baik itu di Masjid Nabawi, masjid lainnya, ataupun sekembalinya ke Tanah Air.

Kemudian, selama di Tanah Suci, melaksanakan shalat berjamaah meskipun tengah berada hotel atau penginapan dan melaksanakan ibadah-ibadah sunah yang dianjurkan selama di Madinah.

Selain itu, selama di Madinah perlu mencari keutamaan lain untuk menambah amalan dengan hilangnya fadhilah yang diperoleh dari shalat arbain, seperti:

a. Ikhlas dan sabar menerima keadaan;

b. Disiplin menerapkan prokes untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain dari terpapar covid-19;

c. Melakukan salat berjamaah walaupun di hotel;

d. Melakukan shalat-shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw.

e. Berpuasa sunah sebisa mungkin

f. Bersedekah kepada orang yang tinggal di Madinah dan orang pendatang.

Semua ini dapat dijadikan sebagai tambahan keutamaan untuk menutup kurangnya keutamaan akibat meninggalkan shalat arbain. Semua ini merupakan tambahan keutamaan yang sangat berharga karena dilakukan di tanah haram Madinah.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini