Share

Biaya Turun, Peminat Ibadah Umrah Naik hingga 50 Persen

Arif Budianto, Jurnalis · Minggu 05 Juni 2022 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 05 398 2605988 biaya-turun-peminat-ibadah-umrah-naik-hingga-50-persen-r99HXduseC.jpg Ilustrasi / Foto: Reuters

BANDUNG - Minat masyarakat melaksanakan ibadah umrah tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan hingga 50 persen dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan tersebut disebabkan turunnya biaya umrah dan meredanya pandemi Covid-19.

"Saat ini pendaftar calon jemaah Umrah terus meningkat, kami mencatat ada kenaikan pendaftar hingga 50 persen sejak berapa bulan terakhir, " jelas Manajer Operasional Samsata Umrah dan Travel Partner Andriansyah pada acara Gathering Samsata di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu (5/6/2022).

Salah satu faktor tingginya minat masyarakat melaksanakan umrah disebabkan turunnya biaya umrah dari Rp35 juta menjadi Rp25 hingga Rp27 juta per orang. Selain itu, beberapa persyaratan umrah juga semakin longgar sehingga memudahkan masyarakat.

"Memang masih ada kenaikan biaya antara 10 persen hingga 20 persen jika dibandingkan sebelum pandemi. Kenaikan itu karena ada kenaikan pajak di dalam dan luar negeri. Tapi masyarakat tidak keberatan, " jelas dia.

Tahun ini, Samsata menargetkan memberangkatkan 1.000 orang jemaah. Untuk mencapai itu, Samsata mengekspansi bisnis ke daerah Bandung dan sekitarnya setelah sebelumnya konsen berkantor di Jakarta. Selain Bandung, Samsata juga membidik Surabaya dan Kalimantan.

Setiap tahun kata dia, perusahaannya terus memberangkatkan jemaah umrah meskipun jumlahnya terbatas karena ada pembatasan dari pihak Arab Saudi.

Penasehat Samsata Umrah dan Travel Partner Asep Saepudin mengatakan, tren ibadah umrah setiap tahunnya mengalami pertumbuhan. Hal tersebut tidak terlepas dari semakin panjangnya antrean untuk menjalankan ibadah haji.

"Daftar tunggu ibadah haji di beberapa daerah di Indonesia saat ini 30 sampai 50 tahun. Bagi mereka yang harus menunggu terlalu lama, umrah menjadi alternatif sebelum berhaji, " jelas dia.

Saat ini, pelonggaran dari Arab Saudi soal ibadah umrah ikut mendorong minat masyarakat untuk beribadah ke tanah suci. Jika sebelumnya cukup ketat, mesti tes PCR, karantina dan lainnya, sekarang sudah diperlonggar.

"Regulasi sudah tidak ada yang memberatkan. Biaya juga turun. Kami yakin minat masyarakat akan semakin tinggi. Kami Samsata akan memberikan pelayanan maksimal dengan menjaga integritas dan kekhusyukan jemaah umrah, " imbuh dia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini