Share

Ada 2.531 Jamaah Haji Status Cadangan, Begini Penjelasan Kemenag

Widya Michella, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 398 2598599 sebanyak-2-531-sisa-kuota-haji-diisi-jamaah-status-cadangan-AgYKTRp6FU.jpg Ilustrasi/Okezone

JAKARTA - Saiful Mujab selaku Direktur Layanan Haji Dalam Negeri menjelaskan sisa kuota haji sebanyak 2.531 akan diisi oleh jamaah berstatus cadangan yang sejumlah 12.294 orang.

Proses peluanasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dan konfirmasi keberangkatan jamaah diketahui sudah ditutup pada Jumat 20 Mei 2022 yang dengan total sebanyak 89.715 jamaah.

Kemudian untuk pelunasan dan konfirmasi sudah berada di angka 97,26% dari kuota jamaah haji reguler yang berjumlah 92.246, belum termasuk kouta Petugas Haji Daerah dan pembimbing yang berasal dari KBIHU.

"Sisa kuota 2.531 akan diisi jamaah dengan status cadangan yang jumlahnya mencapai 12.294," kata Saiful dikutip dalam laman resmi Kemenag, Senin,(23/05/2022).

Mujab menyampaikan dalam waktu yang bersamaan dengan proses pelunasan dan konfirmasi keberangkatan bagi jemaah haji 1443 H/2022 M pada 9 - 20 Mei 2022, pihaknya juga telah memberi kesempatan bagi jemaah untuk melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan dengan total status cadangan sebanyak 12.294 jamaah.

Berdasarkan mekanisme pengisian sisa kuota ini, kata Mujab, telah diatur dalam Surat Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 157 tahun 2022.

Setidaknya dua ketentuan dasar dalam SK Dirjen PHU tersebut. Pertama, apabila sampai akhir pelunasan Bipih Tahun 1443 H/ 2022 M, masih terdapat sisa kuota jemaah haji reguler, kuota petugas pembimbing ibadah haji yang berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, dan atau kuota Petugas Haji Daerah, maka sisa kuota digunakan untuk Jemaah Haji Reguler nomor porsi berikutnya dalam satu provinsi.

Kedua, apabila masih Kedua, apabila masih terdapat sisa kuota setelah pengisian kuota jAmaah haji cadangan dalam satu provinsi, sisa kuota haji diberikan kepada provinsi lain dengan mengutamakan provinsi dalam I (satu) embarkasi.

"Jadi, kami akan melakukan pemetaan sisa kuota yang ada berbasis provinsi lalu dipadukan dengan jemaah yang sudah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan namun dengan status cadangan," ujarnya.

"Kalau melihat dari sisi jumlah, jamaah cadangan jauh lebih besar dari sisa kuota yang ada. Jadi sudah akan terisi semua," kata dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini