Share

Ini Rangkaian Proses Haji dari Awal hingga Akhir dengan Semangat Petugas Sambut Tamu Allah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 392 2597995 ini-rangkaian-proses-haji-dari-awal-hingga-akhir-dengan-semangat-petugas-sambut-tamu-allah-GknGFCwdSC.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 akan diulas dalam artikel ini. Proses penyelenggaraan ibadah haji ini dalam bentuk simulasi yang dilakukan petugas haji yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2022.

Proses simulasi ini bagian dari gladi posko agar para petugas mengetahui pergerakan calon jamaah haji (calhaj) Indonesia, dari gelombang pertama, gelombang kedua hingga proses puncak haji.

Simulasi ini dimulai dari petugas haji di daerah kerja (Daker) bandara dalam menyambut kedatangan perdana jamaah haji Indonesia pada Juni 4 Juni 2022.

Petugas memberikan informasi kepada jamaah calon haji Indonesia perihal kesehatan hingga jangan lupakan protokol kesehatan (prokes).

"Ibu bapak jangan lupa banyak air minum ya. tetap jaga protokol kesehatan," pesan dari salah satu petugas yang menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia.

Baca juga: 12.294 Calon Jamaah 'Perebutkan' Sisa Kuota Haji 2.531

Kemudian para calon jamaah haji Indonesia menanyakan perihal toilet hingga penggunaan masker kepada petugas. "Ada toilet? Saya ga punya masker bagaimana?" riuh suara jamaah calon haji Indonesia yang tengah melakukan simulasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Baca juga: Kuota Jamaah Haji Terbanyak di Dunia, Menteri Saudi: Indonesia Dapat Tempat Istimewa

Untuk masker, petugas pun memberikan masker kepada calon jamaah haji Indonesia. Sementara itu, ada juga simulasi mengenai calon jamaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan.

"Medis mana, medis mana, ini ada yang sakit," kata petugas lainnya.

Dengan sigap, para petugas haji yang bertugas di layanan kesehatan langsung memberikan bantuan kepada jamaah haji Indonesia.

Kemudian, jamaah haji Indonesia diarahkan untuk naik ke bus menuju Madinah.

Sebelum memasuki bus, para petugas mengecek daftar nama jamaah haji sesuai kloter kedatangan.

Di sini ada dua jalur, yakni fast track dan non fast track. Untuk fast track, jamaah haji Indonesia langsung naik bus, sementara non fast track para jamaah haji Indonesia melewati pengecekan kantor imigrasi.

Secara teknis, layanan Fast Track ini dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian (pre departure clearence), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di bandara asal. Fasilitas fast track baru terlayani di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Pihak imigrasi Arab Saudi membuka konter di Bandara Soetta, dan melakukan pengecekan visa sebelum jemaah naik pesawat. Dengan demikian, semua proses keimigrasian sudah selesai sejak masih di Bandara Soetta.

Baca juga: Lunasi Biaya, 89.715 Jamaah Konfirmasi Keberangkatan Haji

"Proses simulasi ini dalam rangka mengetahui sejauh mana materi bimbingan teknis yang diberikan narasumber dapat diimplementasikan oleh para petugas haji agar dapat melayani jamaah haji Indonesia dengan baik," kata Kasubdit Bina Petugas Haji Suvianto kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (21/5/2022).

Sementara itu, simulasi terus dilakukan di mana para jamaah haji Indonesia tiba di Madinah. Para petugas daerah kerja (Daker) Madinah pun siap menyambut kedatangan jamaah haji.

Baca juga: Menag Bertemu Menteri Saudi Bahas Kesiapan Penyelenggaraan Haji, Jamaah Siap Berangkat!

Saat jamaah haji tiba, para petugas layanan Daker Madinah menyambut dengan hangat, dengan menanyakan kondisi jamaah. Jamaah turun satu per satu dari bus dan kemudian para jamaah menanyakan kondisi.

Para petugas pembimbing ibadah juga melakukan bimbingan haji kepada jamaah calon haji Indonesia.

Di Madinah, para jamaah haji Indonesia melakukan Arbain. Arbain merupakan shalat wajib 40 waktu yang dijalankan selama delapan hari secara berturut-turut. Selama ini, shalat Arbain ini dijalankan oleh jamaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah.

Usai Arbain, para calon jamaah haji Indonesia menuju Makkah. Sebelum sampai di Makkah, para jamaah calon haji melakukan niat (miqot) dan berihram di Masjid Bir Ali, Madinah.

Satu per satu jemaah yang telah berihram, masuk menuju masjid setelah berwudhu. Mereka akan melaksanakan salat sunah sebelum bergeser ke Makkah.

Kemudian para jamaah calon haji kembali masuk ke bus menuju Makkah. Selama perjalanan, para pembimbing ibadah meminta dan membimbing para calon jamaah haji membaca kalimat talbiyah selama perjalanan menuju Makkah.

Baca juga: Terbang 12 Jam ke Arab Saudi, Jamaah Haji Diajari Tata Cara Selama di Pesawat

Usai jamaah calon haji Indonesia tiba di Makkah, para petugas daerah kerja (Daker) Makkah menyambut kedatangan calon jamaah haji Indonesia.

Saat tiba di Makkah, jamaah calon haji akan memasuki musim puncak haji. Rangkaian ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah. Jamaah melakukan ihram dibarengi dengan niat dari tempat asal.

Baca juga: Manasik Haji, Biro Perjalanan Berpengalaman di Era Covid-19 Diharap Bisa Berikan Materi

Kemudian seluruh jamaah berteduh di tenda sambil menunggu waktu wukuf di Arafah yang dimulai pada 9 Dzulhijjah, ketika matahari tergelincir ke barat.

Wukuf dimulai tanggal 9 Dzulhijjah, mulai waktu dzuhur sekitar pukul 12 siang sampai matahari terbenam sekitar pukul 6 sore.

Saat matahari tenggelam, jamaah meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah untuk menginap (mabit).

Perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah membutuhkan energi yang cukup besar karena jutaan manusia berbondong-bondong menuju ke sana, sambil mengambil kerikil untuk melempar jumrah.

Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah berangkat dari Muzdalifah menuju Mina sebelum matahari terbit untuk melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh lemparan. Kemudian jamaah ber-tahallul (mencukur rambutnya), barulah diperbolehkan menggunakan baju biasa

Setelah tahallul awal, jamaah kembali Mina untuk menginap minimal 2 hari, yaitu pada tanggal 11-12 Dzulhijjah. Disunnahkan melontar jumrah lagi dengan tiga sasaran.

Setelah selesai mabit dan melontar jumrah di Mina, jamaah menuju Makkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadah yang kemudian dilanjutkan dengan Sa’i. Jamaah yang sudah melaksanakan tahallul dan mabit di Mina, berarti rangkaian hajinya rampung bersama dengan pelaksanaan Sa’i.

Wa’da berarti perpisahan. Setelah seluruh ritual haji selesai, jamaah melaksanakan thawaf wada sebelum akhirnya meninggalkan Makkah untuk kembali ke negaranya masing-masing.

Baca juga: Pastikan Kualitas Hotel bagi Jamaah Haji RI, Menag Ingatkan Kebersihan dan Keamanan

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini