Share

Jamaah Haji Indonesia Dapat Makan 119 Kali di Arab Saudi, Ini Rinciannya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 19 Mei 2022 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 398 2596443 jamaah-haji-indonesia-dapat-makan-119-kali-di-arab-saudi-ini-rinciannya-M5bJPj47a4.jpg Jamaah haji 2022 (Foto : MPI/Kemenag)

JAKARTA - Jamaah haji Indonesia tahun 2022 akan mendapatkan layanan konsumsi atau makan sebanyak 119 kali selama di Arab Saudi.

Hal ini terungkap dalam data Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Layanan makan ini akan dibagi dalam 4 tahap, mulai dari Madinah, Makkah, Bandara Jeddah hingga Armina.

Untuk layanan makan di Madinah sebanyak 27 kali makan dengan makan 3 kali sehari.

Layanan makan di Makkah sebanyak 75 kali dengan rincian 10 kali makan siap saji pada 5-6-7 Dzulhijjah (3 hari sebelum Arafah) dan 14-15 Dzulhijjah (2 hari setelah Mina).

Sementara layanan konsumsi atau katering di Bandara Jeddah hanya 1 kali diberikan saat kedatangan/kepulangan jamaah haji.

Untuk layanan katering di Armina sebanyak 16 kali makan dengan rincian 4 kali makan siap saji (11 kali reguler dan 1 paket di Muzdalifah).

Layanan makan ini berupa makan reguler yakni makanan yang disiapkan dari bahan baku segar, dimasak, dikemas dan disajikan menggunakan box.

Makanan siap saji yakni makanan kemasan pabrik yang siap dikonsumsi.

Paket makanan yakni snack berat untuk konsumsi di Muzdalifah yang dibagikan di Arafah menjelang keberangkatan ke Muzdalifah.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan keamanan dan kesehatan pangan atau konsumsi calon jemaah haji selama di Tanah Suci. Hal ini ditandai dengan penyiapan nota kesepahaman antara Kemenag dan BPOM.

Menteri Agama Yaqut Cholil mengatakan kesehatan makanan jemaah perlu diperhatikan selama di Arab Saudi. Sebab, asupan gizi yang baik dapat menunjang kesehatan jemaah sehingga bisa beribadah dengan khusyuk.

Menag pun mengimbau kepada katering mengimbau katering di Tanah Suci untuk menggunakan bahan dan bumbu dari Indonesia. Tujuannya agar cita rasa masakan khas nusantara tidak banyak berubah.

"Terkadang makanan yang dikonsumsi jamaah sudah cukup kandungan gizinya. Namun distribusi makanan mungkin saja tidak tepat waktu sehingga makanan menjadi kurang sehat dan ini perlu diperhatikan, kami sangat bersyukur tim dari BPOM mengingatkan kami akan hal ini," ujar Menag.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini