Share

Canggih! RI Bakal Buat Gelang Khusus Bisa Ukur Detak Jantung dan Oksigen Jamaah Haji

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 05:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 392 2595779 canggih-ri-bakal-buat-gelang-khusus-bisa-ukur-detak-jantung-dan-oksigen-jamaah-haji-6JiOwut1ZP.jpeg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Tingginya angka kematian jamaah haji Indonesia disorot Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pada tahun ini, angka kematian jamaah haji Indonesia ditargetkan turun jadi 1 orang per mil.

Untuk mengurangi risiko kematian jamaah haji Indonesia, salah satu langkah yang akan dilakukan dengan inovasi teknologi kesehatan pada gelang yang dipakai sebagai penanda jamaah haji.

"Menkes sampaikan akan membuat inovasi memberi gelang yang bisa mengukur detak jantung dan oksigen jamaah," ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Menag menambahkan, nantinya gelang jamaah haji tersebut akan terkoneksi sehingga bisa dipantau petugas haji dan bisa mencegah kematian karena bisa ditangani lebih cepat.

"Sehingga jika ada jemaah haji yang riskan kesehatannya bisa terdeteksi dan tertangani. Ini luar biasa inovasi Kemenkes. Kurang lebih 600 jemaah meninggal karena jantung dan pneumonia. Ini pekerjaan tidak mudah," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan meminta agar kematian jamaah haji Indonesia dapat diturunkan pada tahun ini. Sebab, menurut data terakhir, angka kematian jamaah haji Indonesia berada di angka 2 orang per mil.

"Ada beberapa hal dipesankan Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) tapi ada satu hal concern soal kesehatan haji. Beliau sangat concern soal angka kematian jamaah haji Indonesia selama 10 tahun terakhir rata-rata relatif flat 2 orang per mil. Ini relatif tinggi," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Budi Sylvana di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (17/5/2022).

Budi membandingkan dengan angka kematian jamaah haji Indonesia dengan India dan Malaysia.

"Kalau kita bandingkan dengan India, angka kematiannya 1 orang per mil. Kita bandingkan dengan Malaysia pada 2019 itu kematian jamaah hajinya 0,3 orang per mil," katanya.

Salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian jamaah haji Indonesia terkait kardiovaskular, selain itu juga berkaitan dengan penyakit saluran pernapasan.

"Kelelahan menjadi faktor utama kematian jamaah, khususnya jamaah yang punya komorbid dan risiko tinggi," kata dia.

Untuk itu, para jamaah haji perlu diedukasi agar tidak memaksakan ibadah yang berlebihan terutama yang punya komorbid sebelum puncak haji.

"Maka saya minta edukasi jamaah kita. Kenapa banyak yang tumbang saat wukuf, setelah kita gali banyak jamaah sebelum wukuf melakukan aktivitas yang berlebihan," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini