Share

Ingatkan Vaksin Covid-19, Menag Tak Ingin Ada Kecurangan Pemberangkatan Jamaah Haji

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 398 2595582 ingatkan-vaksin-covid-19-menag-tak-ingin-ada-kecurangan-pemberangkatan-jamaah-haji-UCzLcREtMT.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan soal vaksin Covid-19 booster sebagai syarat ibadah haji tahun ini yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Hal ini disampaikan Gus Yaqut sapaan akrabnya saat membuka bimbingan teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2022.

Pelaksanaan bimbingan teknis PPIH Arab Saudi terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan dimulai sejak 16 Mei-22 Mei di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

"Bahwa syarat perjalanan haji yang sudah ditentukan pemerintah Arab Saudi harus dipenuhi," kata Gus Yaqut, Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga saat ini baru 76% calon jemaah haji yang sudah memenuhi syarat vaksin Covid-19 booster.  Tercatat, kuota jemaah Indonesia tahun ini mencapai 100.051 jemaah, terdiri atas 92.825 jemaah kuota haji reguler dan 7 226 jemaah kuota haji khusus.

Gus Yaqut juga mengingatkan kepada jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama agar tidak ada kecurangan dalam persyaratan-persyaratan calon jemaah haji Indonesia yang sudah ditentukan pemerintah Arab Saudi.

"Tidak boleh ada kecurangan-kecurangan. Saya tidak mau,” tegas Gus Yaqut.

Selain syarat vaksin Covid-19, Menag juga mengingatkan soal usia maksimal calon jemaah haji yang sudah ditetapkan. Syaratnya tidak boleh lebih dari 65 tahun.

"Selain itu soal tes PCR 72 jam sebelum tiba di Saudi," katanya.

Yaqut mencontohkan, berbagai bentuk kecurangan yang harus diantisipasi seperti mensiasati penerbitan sertifikat vaksin, mensiasati hasil tes PCR hingga mengurangi usia dengan mengubah KTP ke pengadilan. Yaqut meminta jaminan agar tidak ada praktik kecurangan tersebut.

Terakhir, Gus Yaqut meminta kepada segenap jajaran Ditjen PHU dan petugas haji menjelaskan kepada masyarakat tentang aturan baru dari Arab Saudi tersebut terutama pembatasan usia jamaah di bawah 65 tahun.

Menurut Yaqut, masyarakat harus memahami jika aturan tersebut datang dari Saudi yang berlaku tahun ini.

"Tahun depan bisa tetap atau berubah, jemaah bersabar saja. mudah-mudahan kita berharap tahun depan peraturannya sudah berubah. ini harus dijelaskan dengan clear supaya tidak muncul spekulasi,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini