Share

4 Fakta Bantahan Pemerintah soal Dana Haji Dipakai untuk IKN Nusantara

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 392 2595738 4-fakta-bantahan-pemerintah-soal-dana-haji-dipakai-untuk-ikn-nusantara-LMFloUYF0y.jpg Foto: Okezone

JAKARTA- Beberapa waktu di media sosial heboh sebuah narasi yang meminta masyarakat untuk mengikhlaskan dana haji yang akan dipakai pemerintah untuk IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara.

Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas pun bahwa berita tersebut adalah berita bohong dan hoaks. Hal itu diungkapkannya dalam keterangan pers terkait persiapan pelaksanaan ibadah haji 1443H/2022M yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden.

(Baca juga: Menag ke Petugas: Layani Jamaah Haji, Jangan Kecewakan Mereka)

1. Klarifikasi Menag Yaqut

Menag Yaqut memastikan, kabar dana haji milik jamaah akan dipakai untuk pembangunan IKN adalah hoaks.

"Saya ingin menegaskan bahwa tidak benar kalau ada hoax kalau yang mengatakan bahwa dana haji digunakan pemerintah untuk keperluan ini dan itu termasuk keperluan untuk pembangunan IKN Itu sama sekali tidak benar,"ujar Menag, Selasa (17/5/2022).

2. Pemerintah Subsidi Jamaah

Gus Yaqut yang juga Ketua Umum GP Ansor ini membantah adanya kabar tersebut. Justru pemerintah lanjutnya malah memberikan subsidi kepada calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Yang ada justru melalui BPKH pemerintah mensubsidi jamaah haji agar biaya besar yang harus dikeluarkan oleh jamaah agar bisa ke tanah suci bisa lebih ringan bagi jamaah,"ujarnya.

3. Pemerintah Siapkan Dana Rp7,5 Triliun

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana kelolaan sebanyak yang dibutuhkan Rp81,7 juta perjamaah atau Rp7,5 triliun. Jamaah haji pun hanya tinggal membayar setengahnya atau sekitar 39,9 juta per jamaah.

4. BPKH Transfer Dana Haji ke Kerajaan Arab Saudi

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan melakukan transfer dana haji untuk biaya jamaah Indonesia ke Kerajaan Arab Saudi. Dana tersebut sudah disiapkan dalam bentuk mata uang rupiah maupun riyal (Arab Saudi).

"Seluruh pembiayaan sudah siap dalam bentuk saudi real, rupiah maupun living cost. Jumlah yang kami sediakan sudah sesuai dengan apa yang telah menjadi kebijakan pemerintah dan persetujuan DPR,"ujar Kepala BPKH Anggito Abimanyu

"Untuk itu kami sudah siap mentransfer kepada kerajaan Arab Saudi melalui pelayanan hotel, katering transportasi melalui kementerian agama,"tutup dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini