nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepupu Jabal Uhud

Jum'at 14 Februari 2020 19:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 14 132 2168639 sepupu-jabal-uhud-NFtXbexoZ9.jpg Jabal Uhud (Foto: Okezone)

Ketika musim haji dan musim umrah tiba, para mukimin serta pelajar asal Indonesia di Tanah Suci kecipratan rezeki menjadi guide atau pembimbing ziarah dan umrah. Apalagi jumlah jamaah membludak seperti yang terjadi belakangan ini.

Para mukimin dan mahasiswa akhirnya banyak yang menjadi guide kejar tayang yang siap mengantar dan melayani para jamaah. Sebuah pekerjaan yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan. Terutama bagi bujangan yang tidak begitu banyak tanggungan.

Sebut saja Asmari, bujang asal Sampang, Madura, yang baru dua bulan menjadi mukimin. Karena kekurangan guide, ia diminta oleh sebuah agen travel umrah untuk menjadi guide ziarah di Madinah. Maka, bersiap-siaplah Asmari untuk tebar pesona dan tebar senyum melayani jamaah umrah asal Jakarta yang rata-rata ibu-ibu yang suka belanja dan agak sedikit bawel.

Dikutip dari buku Orang Madura Naik Haji, Mati Ketawa ala Orang-Orang Madura karya Abdul Mukti Thabrani, sejak start dari hotel, Alhamdulillah lancar. Doa safar, kalimat pembuka, sejarah Masjid Nabawi, lancar Asmari bawakan. Sebagian jamaah sangat antusias bertanya ini dan itu.

Dengan rute ziarah Masjid Quba'-Masjid Jum'at-kebun kurma-Jabal Uhud-percetakan al-Quran-Masjid Qiblatain-Khandaq, Asmari cukup berhasil menjelaskan dan jamaah pun yang terjadi di masa lalu secara intens. mendengarkan sejarah dan "tetek-bengek" peristiwa.

Sebagai guide dadakan alias pendatang baru, Asmari bisa dibilang sukses pada tour hari itu. Namun, yang menjadi masalah, ketika beberapa kaum ibu bertanya tentang nama nama gunung (jabal) yang ada di Madinah, Asmari hanya tahu Jabal Uhud. Maka, peninglah kepala Asmari ketika tangan ibu-ibu itu menunjuk beberapa gunung yang ada di Madinah.

Itu gunung apa Ustadz, ini jabal apa, itu yang kecil jabal apa, yang memanjang itu gunung apa, dan bla bla bla. Asmari pun kelabakan.

Alhasil daripada pusing memikirkan nama gunung, yang menurut Asmari hanya orang Arab dan Tuhan yang tahu, maka meluncurlah jawaban refleks yang cukup cerdas. Bohong bohong sedikit demi menyelamatkan muka. Toh, jamaah enggak bakalan tahu, begitu pikir Asmari.

"Oh, itu namanya jabal la adri' (bahasa Arab, artinya tidak tahu), yang itu namanya jabal musy'arif (bahasa prokem yang artinya sama, tidak tahu), dan yang di ujung itu, sepupunya Jabal Uhud, yang sono saudaranya, namanya jabal 'isybakinta" jawab Asmari sekenanya demi menyelamatkan muka takut dianggap ustadz kacangan.

Para jamaah manggut-manggut, ndak paham kalau dibohongi. Dalam hati, Asmari berkata penuh kemenangan, "Ustadz dilawan, kualat ente."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini