Share

Gaya Kocak Syekh Nashiruddin Taklukkan Filsuf Ateis

Jum'at 01 November 2019 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 01 132 2124720 gaya-kocak-syekh-nashiruddin-taklukkan-filsuf-ateis-5nSHAHs01u.jpg Ilustrasi Perdebatan Syeikh Juha dengan Filsuf Ateis (Foto: Shutterstock)

Setelah orang-orang yang menonton pertandingan itu pulang, Timur Link bersama dengan pembesar kerajaan mendatangi orang atheis itu. Mereka bertanya kepada orang ateis itu, "Kami sebenarnya tidak paham terhadap isyarat isyarat yang engkau lakukan secara bergantian dengan Syekh Nashiruddin Juha. Oleh karena itu, jelaskanlah kepada kami."

Orang ateis tersebut berkata, "Aku mengetahui perbedaan pendapat antara filsuf Yunani dengan filsuf bani Israil tentang masalah penciptaan alam, tetapi aku tidak mengetahui apa pendapat filsuf Islam tentang penciptaan alam tersebut.

Oleh karena itu, aku sangat ingin mempelajarinya. Aku memberikan isyarat kepada Syekh Nashiruddin Juha yang menunjukkan bahwa bumi ini sangatlah luas dan berbentuk bulat.

Dengan isyarat pula, beliau membenarkan perkataanku itu, dan mengatakan sesungguhnya bumi yang luas dan bulat itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Karena itu beliau membagi lingkaran yang aku buat menjadi dua bagian. Beliau membagi lingkaran itu menjadi empat bagian: tiga bagian mengarah kepadanya dan satu mengarah kepadaku. Hal itu menunjukkan bahwa tiga perempat bumi ini adalah lautan, sedangkan sisanya adalah daratan.

Aku dengan isyarat itu memahami bahwa bumi ini mempunyai tujuh iklim. Setelah itu, aku dengan menggunakan isyarat lagi menanyakan tentang masalah kelahiran, segala rahasianya, serta masalah penciptaan yang terjadi setelah kelahiran itu.

Oleh karena itu, aku mengangkat jari-jemariku ke udara. Aku menggerak-gerakkannya, menunjukkan kepada tumbuh-tumbuhan, pepohonan, mata mata air, dan tambang-tambang. Aku dengan isyarat itu ingin menanyakan tentang bagaimana hal itu bisa terjadi. Syekh Nashiruddin Juha menunjukkan jari-jemarinya ke atas, lalu ke bawah, yang mengisyaratkan bahwa hujan itu berasal dari langit yang turun ke bumi. Sedangkan kekuatan matahari dan pengaruh udara di bumi ini adalah kekuatan yang dapat membantu adanya kelahiran itu.

"Kekuatan itu memang Allah ciptakan di dalam matahari dan udara tersebut secara tersembunyi. Pendapat itu sangat sesuai dengan pendapat para filsuf saat ini. Lalu, aku bertanya kepada Syekh Nashiruddin Juha tentang adanya keturunan dan semakin banyaknya makhluk dengan cara melahirkan yang banyak menimbulkan tanda tanya.”

“Syekh Nashiruddin Juha mengeluarkan sebutir telur dari dalam sakunya. Beliau menunjuk telur itu seperti beliau akan terbang. Maka, aku paham bahwa isyarat itu menunjukkan bahwa secara global makhluk yang berupa burung adalah seperti itu. Dengan demikian, aku mengetahui, ulama Islam mengetahui tanda tanda yang ada di langit dan bumi. Dia juga memahami tentang ilmu-ilmu pengetahuan baik yang empirik maupun yang langsung datang dari Tuhan. Beliau itu adalah seorang yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Kalian harus bangga mempunyai seorang ulama yang seperti beliau."

Lalu, dengan penuh penghormatan dan tawadhu, orang ateis itu meninggalkan mereka.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini