Share

Gaya Kocak Syekh Nashiruddin Taklukkan Filsuf Ateis

Jum'at 01 November 2019 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 01 132 2124720 gaya-kocak-syekh-nashiruddin-taklukkan-filsuf-ateis-5nSHAHs01u.jpg Ilustrasi Perdebatan Syeikh Juha dengan Filsuf Ateis (Foto: Shutterstock)

Tak lama, Syekh Nashiruddin Juha datang dengan mengenakan sorban yang besar dan jubah yang sangat bagus. Di belakang beliau ada seorang murid bernama Hammad dan diikuti oleh murid-murid yang lainnya. Mereka masuk ke dalam tempat pertemuan itu.

Syekh Nashiruddin Juha duduk di sebelah kanan Timur Link. Setelah mereka minum minuman yang menyegarkan dan beristirahat sejenak, orang atheis itu berdiri dan berjalan ke tengah-tengah lapangan. Dia menulis sebuah lingkaran di atas tanah, seraya menatap tajam Syekh Nashiruddin Juha dan mengharap sebuah jawaban dari beliau.

Syekh Nashiruddin Juha berdiri, meletakkan tongkatnya tepat di tengah-tengah lingkaran yang dibuat oleh seorang ateis itu. Lalu beliau menggaris bagian tengah lingkaran itu dan membagi lingkaran itu menjadi empat bagian. Beliau menjadikan tiga garis tengah itu mengarah kepada dirinya dengan memberikan isyarat kepada dirinya sendiri dan satu garis lagi diarahkan kepada orang ateis tersebut.

Beliau meletakkan kedua tangan beliau di belakang punggungnya dan menyentuh tubuh orang atheis itu. Orang ateis itu menyambut baik penjelasan yang diberikan oleh Syekh Nashiruddin Juha. Lalu dengan menggunakan isyarat, dia memberitahukan kepada Syekh Nashiruddin Juha bahwa dia telah mengerti isyarat-isyarat yang dimaksud oleh beliau Orang ateis itu membuka kedua tangannya, lalu menjadikan kedua tangannya itu seperti kalung. Setelah itu dia menurunkan tangannya ke bawah dan menjadikan jari jemarinya terbuka, serta mengangkat jari-jemarinya itu dari tanah beberapa kali.

Syekh Nashiruddin Juha melakukan sesuatu yang bertolak belakang dari apa yang dilakukan oleh orang ateis tersebut. Beliau membuka jari-jemarinya, mengarahkannya ke tanah. Melihat jawaban yang diberikan oleh Syekh Nashiruddin Juha itu, orang atheis tersebut menerimanya dengan baik. 

Orang ateis itu meletakkan jari-jemarinya di atas tanah dan berjalan dengan meniru jalannya binatang-binatang, lalu menunjuk ke perutnya seperti sedang mengeluarkan sesuatu dari perutnya itu.

Melihat isyarat yang dilakukan oleh orang atheis itu, Syekh Nashiruddin Juha mengeluarkan sebutir telur dari dalam sakunya, lalu beliau bergerak-gerak seperti akan terbang.

Orang ateis itu merasa takjub terhadap syarat jawaban atas pertanyaan yang disampaikannya itu. Lalu dia mendatangi Syekh Nashiruddin Juha seraya mencium tangannya.

Melihat kejadian yang tidak pernah terjadi sebelumnya itu, Timur Lenk dan para pembesar kota merasa senang. Begitu juga dengan orang-orang yang hadir saat itu.

Mereka memberikan selamat kepada Syekh Nashiruddin Juha atas kemenangannya melawan orang atheis itu. Mereka memberikan berbagai hadiah menarik, baik berupa barang maupun yang berupa uang. Di antara mereka ada yang berjanji untuk memberikan hadiah-hadiah yang sangat banyak kepada beliau. Begitu juga dengan Timur Lenk, dia memberikan banyak hadiah yang sangat mahal dan sangat banyak sehingga saat itu Syekh Nashiruddin Juha menjadi orang yang sangat kaya dan menjadi konglomerat.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini