Menag Sebut Ada 5 Hal yang Perlu Dicermati dalam Evaluasi Haji 2019

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 09 398 2114584 menag-sebut-ada-5-hal-yang-perlu-dicermati-dalam-evaluasi-haji-2019-Rf5ohYor4M.jpg Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika berbicara di Rakernas Evaluasi Haji 2019. (Foto: Fikri NR/Kemenag.go.id)

Salah satu yang harus dipertimbangkan adalah untuk menyarankan sebagian jamaah kembali ke hotel usai menyelesaikan kewajiban mabit. "Perlu dipikirkan bagaimana bila sebagian jamaah kita yang hotelnya dekat dengan jamarat, mereka dapat kembali ke hotel. Sehingga tempat yang kosong di tenda mina dapat dipergunakan oleh sebagian yang lain," ujarnya.

Keempat, mengupayakan perluasan pelayanan fast track. "Ini salah satu inovasi yang dirasakan memuaskan oleh jamaah. Maka harus dipertahankan bahkan diperluas agar tidak hanya dinikmati oleh Jemaah dari Embarkasi Jakarta," imbuhnya.

Baca juga: Tiga Jamaah Haji yang Dirawat Diperbolehkan Pulang ke Tanah Air 

Menag berharap seluruh jamaah haji dapat merasakan layanan fast track ini. Namun jika hal tersebut tidak memungkinkan, setidaknya ada penambahan layanan fast track pada embarkasi dengan jumlah jamaah yang besar seperti Embarkasi Solo (SOC) dan Embarkasi Surabaya (SUB).

Kelima, Menag meminta peserta mencermati masalah sosialisasi terkait istithoah haji. Ia menuturkan, saat ini masih ditemui kasus bahwa ada jamaah yang sebenarnya sudah tiba di asrama, tapi kurang dari 24 jam dinyatakan gagal berangkat akibat tidak terpenuhinya syarat istithoah kesehatan.

"Masyarakat perlu tahu, kapan mereka bisa diberangkatkan dan bilamana mereka dapat dinyatakan gagal berangkat. Indikatornya harus disosialisasikan," ujar Menag.

Dalam kesempatan tersebut Menag juga menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji, menurut Menag tidak ada batasnya.

Baca juga: Fakta-Fakta Penyelenggaraan Ibadah Haji di Madinah 

"Karena kepuasan tidak ada batasnya. Tapi kita harus punya tolok ukur yang jelas. Maka melalui rakernas ini kita harus punya tolok ukurnya," terang Menag.

Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1440H/2019M sendiri berlangsung selama tiga hari pada 8–10 Oktober. Rakernas ini diikuti Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah se-Indonesia, Kepala UPT Asrama Haji se-Indonesia, ASN dan pejabat Ditjen PHU, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini