nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Harap Kemabruran Haji Dapat Mewujud pada Peningkatan Kualitas Bangsa

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 08:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 398 2114582 menag-harap-kemabruran-haji-dapat-mewujud-pada-peningkatan-kualitas-bangsa-2yXarBUhBn.jpg Menag Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Rakernas Evaluasi Haji 1140 H/2019 Masehi di Jakarta, Selasa (8/10/2019). (Foto : kemenag.go.id)

JAKARTA – Indonesia merupakan negara yang mengirimkan jamaah haji terbesar di dunia. Lebih dari 200 ribu umat Islam di Indonesia menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci setiap tahunnya.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap sekembalinya dari Tanah Suci, jamaah menjadi haji mabrur. Kemabruran tersebut dapat mewujud pada peningkatan kualitas bangsa. Hal ini dikemukakan Menag saat membuka Rakernas Evaluasi Haji 1440H/2019M, di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

"Jadi jamaah haji kita yang jumlahnya terbanyak setiap tahunnya itu, diharapkan memiliki dampak sosial yang positif juga sepulangnya ke Tanah Air," kata Menag, melansir kemenag.go.id.

Untuk itu, ia mencanangkan 2020 menjadi tahun peningkatan kualitas manasik haji. Karena itu, jamaaah perlu memiliki pengetahuan lengkap tentang pelaksanaan haji.

Menag menjelaskan, pengetahuan haji tidak hanya kaifiyah manasik, tapi juga soal filosofi haji. Menurutnya, ada makna lebih mendalam mengenai manasik haji seperti tawaf, sai dan wukuf haji.

Jamaah haji di Masjid Nabawi. (Foto: Dok Okezone.com/Widi Agustian))

“Sehingga setiap jamaah haji setelah berhaji wawasannya bertambah. Kemabruran harus mewujud meningkatkan kualitas manasik haji sehingga ke depannya juga berkorelasi positif untuk kualitas bangsa keseluruhan,” ujar Menag.

"Kita ingin ada peningkatan setelah hal-hal yang bersifat fisik, maka kita harus menambah kualitas penyelenggaraan ini dengan kepuasan non fisik," ucap Lukman.

Senada dengan Menag, Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali menyampaikan ini saatnya dilakukan peningkatan layanan haji dalam hal bimbingan ibadah.

"Setelah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam layanan akomodasi, transportasi, konsumsi bahkan kesehatan, tiba gilirannya prioritas peningkatan dialihkan pada layanan yang tidak kalah penting dan justru menjadi jantung dari ibadah haji itu sendiri, yakni layanan bimbingan ibadah," kata Nizar.

Menurutnya, jamaah haji Indonesia tidak hanya akan mendapatkan layanan terbaik dari hal-hal yang sifatnya layanan fisik dan teknis, tetapi juga layanan yang bersifat substantif. Untuk itu, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 1440 H/2019 M yang melibatkan seluruh elemen yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar. (Foto : Okezone.com/Widi Agustian)

“Agar berbagai bentuk layanan kepada jemaah dapat terus meningkat, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah selaku pengemban amanah, terus berupaya melakukan penyempurnaan kebijakan, sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji,” kata Nizar.


Baca Juga : Kemenag Optimis Indeks Kepuasan Haji 2019 Mencapai 85,30

Rakernas ini akan diselenggarakan selama tiga hari, 8-10 Oktober 2019. Hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan RI yang diwakili Kapus Haji Eka Jusuf Singka, Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konsul Haji di Jeddah Endang Jumali, Eselon II Ditjen PHU, serta Dewan Pengawas BPKH Khasan Fauzi.


Baca Juga : Jabal Magnet dan Daya Tarik Wisatanya


1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini