nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stok Wudhu 8 Kali

Selasa 01 Oktober 2019 17:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 01 132 2111609 stok-wudhu-8-kali-1qyRHlVLJH.jpg Ritual thaharah atau bersuci menjadi salah satu syarat sahnya ibadah (Foto: Aboutislam)

Kalau lebih dari tiga orang berkumpul, pasti ada saja yang di-bully atau dikerjai. Tak terkecuali dalam rombongan jamaah haji.

Selama 40 hari berkumpul, di pondokan, di jalan, di tenda, terjalin keakraban yang sulit dilukiskan. Dan, ini terus terjalin sampai ke Tanah Air. Ada rasa persaudaraan yang kental, merasa senasib dan seperjuangan, tanpa dibatasi status dan jabatan.

Dikutip dari buku Orang Madura Naik Haji Mati Ketawa ala Orang-Orang Madura karya Abdul Mukti Thabrani, di antara jamaah haji biasanya, pasti ada satu dua orang yang jadi "jagoan". Kalau tidak dikerjai", ya, ia yang rajin "ngerjai" orang. Inilah yang sulit dilupakan.

Adalah Ramsidin, jamaah haji asal Pamekasan yang agak kurang pintar, tetapi sebenarnya ia baik dan penolong. Ia selalu "dikerjai" oleh teman-temannya satu rombongan. Pasalnya, Ramsidin ini disuruh apa saja pasti bersedia. Sialnya, ia sering bertanya apa saja kepada kawan-kawannya, yang tentu saja jawaban diberikan semakin ngawur.

Dan dasar Ramsidin, kenapa yang ditanya bukan kiai, bukan ustadz, kok malah nanya pada siapa saja yang ia jumpai karena memang pada dasarnya Ramsidin suka ibadah, ia senang menghabiskan waktunya di Masjidil Haram.

Karena itu, kemudian timbul pikiran untuk senantiasa i'tikaf di masjid seharian, tidak keluar kecuali keadaan darurat. Masalahnya, ia sering batal wudhu, baik karena buang angin atau sebab lain.

Alhasil, ia bertanya kepada teman selamanya, Muhari,"Ri, gimana caranya agar tidak batal wudhu, biar saya bisa tenang di masjid ini beribadah.

"Dengan enteng, Muhari menjawab tanpa beban, Begini saja, sampean sebelum ke masjid wudhu dulu delapan kali, atau lima kali, jadi batal lima kali pun tetap selamat. Masih ada stok wudhu."

"Oh, jadi boleh, ya, kayak gitu?" timpal Ramsidin.

"Boleh saja, wong kita sendiri yang wudhu, ya, terserah

kita hendak wudhu berapa kali, iya 'kan?" tegas Muhari.

"Iya, ya. Kalau begitu, saya akan wudhu sebanyak mungkin biar kalau batal, ada stoknya." Dengan mantapnya Ramsidi menyakini hal itu.

Dasar sama-sama "minus, kalau sudah begini, sulit

membedakan, mana yang sableng, dan mana yang ndableg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini