nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayar Mahal Kok Dirobek

Jum'at 20 September 2019 20:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 20 132 2107460 bayar-mahal-kok-dirobek-G5OMMw1tFk.jpg Bus Salawat untuk Transportasi Jamaah Haji (Foto: Okezone)

Ketika Musahri (nama sebenarnya, dan enggak marah ceritanya ditulis) sudah sampai di asrama haji dan tiba giliran untuk dipanggil menaiki bus yang akan membawanya ke bandara, ia marah luar biasa.

la lupa kalau orang yang sedang berhaji tidak boleh marah. Mesti sabar, meski apa pun yang terjadi. Pasalnya, ada selembar bagian dari paspornya yang dirobek petugas. Pantas saja ia marah.

"Lho, sampean ini bagaimana toh? Saya sudah bayar maha-mahal kok dirobek? Dan, gak bilang-bilang, dan ndak minta izin dulu? De'remmah Sampeyan ini? Katanya sampean ini petugas haji, kok ndak ngerti etika haji, apa sampeyan memang ndak pernah makan pondok pesantren? Sekolah di mana saja sampean ini? Pakai songkok tapi tak sopan sampean, ta'lyeh?" meluncur deras semprotan Musahri pada petugas haji.

Namun, karena petugas yang sudah kenyang pengalaman, apalagi menghadapi jamaah asal Madura, la senyum dan tetap ramah.

"Ndak apa-apa, Pak. Nanti diganti lagi, ini hanya sekadar memastikan supaya Bapak nanti dapat pelayanan yang baik Ini dirobek supaya Bapak nanti selama di pesawat dan di Tanah Suci dilayani dengan baik. O, begitu toh. Bilang kek dari tadi. Ya sudah, terima kasih ya, sakalangkong.

Dengan mantap, Musahri masuk pesawat dengan gagahnya, seakan-akan dunia ini sudah menjadi miliknya. Semua orang melayani saya, melayani Musahri, yang sebentar lagi akan menjadi Haji Musahri Abdul Ghani, nama yang sudah lama saya idam-idamkan," batin Mushari sambil berjalan menuju pintu masuk pesawat.

Bukankah haji berarti ganti songkok dan ganti nama? Setidaknya bagi orang Madura? Wallahu a'lam.

Dikutip dari buku Orang Madura Naik Haji, Mati Ketawa ala Orang-Orang Madura karya Abdul Mukti Thabrani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini