nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Penyelenggaraan Ibadah Haji di Madinah

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 16 September 2019 10:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 16 398 2105276 fakta-fakta-penyelenggaraan-ibadah-haji-di-madinah-PplQJLR3Ae.jpg Jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. (Foto: Widi Agustian/Okezone)

MADINAH – Masa operasional haji Daerah Kerja Madinah berakhir pada Minggu 15 September 2019. Ditandai juga dengan selesainya pemberangkatan seluruh jamaah haji gelombang II pulang ke Indonesia.

Kepala Daker Madinah Akhmad Jauhari menyampaikan bahwa dalam kurun waktu lebih dari 70 hari pelayanan haji di Kota Madinah relatif dapat dilakukan dengan baik. Segala permasalahan dapat diantisipasi sehingga pelayanan berjalan lancar.

Baca juga: Masjidil Haram Sepi, Jamaah Antre Cium Hajar Aswad 

"Beban petugas haji tahun ini tidaklah ringan, karena penambahan kuota jamaah, perubahan jadwal penerbangan, namun alhamdulillah dapat diatasi dengan baik," ujar Jauhari saat ditemui Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Madinah.

Jamaah haji Indonesia di Masjid Nabawi, Kota Madinah. (Foto: Widi Agustian/Okezone)

Pada kesempatan itu, Jauhari juga memaparkan perkembangan pelayanan haji Daker Madinah dalam angka.

Baca juga: PPIH Kirim 5 Surat Teguran untuk Perusahaan Katering di Madinah 

Pertama, petugas Daker Madinah berjumlah 505 orang. Rinciannya 227 petugas PPIH Arab Saudi yang berada di bawah naungan Kemenag beserta 104 tenaga pendukung. Sedangkan tenaga kesehatan dari Kemenkes ada 103 orang, serta 53 tenaga pendukung kesehatan.

Kedua, jamaah haji reguler beserta petugas yang tiba di Madinah pada gelombang I terdapat 93.937 orang yang berasal dari 229 kelompok terbang. Sedangkan pada gelombang II berjumlah 120.808 orang berasal dari 300 kloter.

Ketiga, selama berada di Madinah, jamaah haji reguler menempati 113 hotel. Rinciannya 60 hotel di sewa semusim penuh, 53 lainnya disewa dengan sistem blocking time.

"Semua hotel yang ditempati jamaah haji Indonesia berada di kawasan Markaziyah, yang terjauh sekitar 650 meter dan yang terdekat berbatasan langsung dengan pagar Masjid Nabawi," ujar Jauhari.

Baca juga: Strategi Perbaikan Layanan Haji Tahun Depan, Apa Saja? 

"Ini merupakan salah satu upaya kami agar jamaah dapat dengan mudah melaksanakan Salat Arbain di Masjid Nabawi," tuturnya.

Keempat, Jauhari juga mengungkapkan pelayanan katering yang diberikan selama jamaah haji berada di Madinah dilayani 15 perusahaan katering.

"Pada musim haji kali ini, untuk jamaah haji gelombang I, konsumsi terdistribusi 1.656.112 boks dan gelombang II sebanyak 2.103.067 boks," ungkapnya.

Baca juga: Pemeriksaan Barang Jamaah Haji Diharapkan Sudah Dilakukan di Tanah Air 

Kelima, layanan transportasi selama jamaah berada di Madinah, antara lain untuk rute Bandara AMMA Madinah–Hotel Madinah, sebanyak 93.789 jamaah dengan 2.186 perjalanan bus.

Sedangkan rute Makkah–Madinah sebanyak 120.834 jamaah dengan 2.142 perjalanan bus. Lalu rute Madinah–Mekkah sebanyak 93.831 jamaah dengan 2.142 perjalanan bus.

"Sementara untuk rute Madinah–Bandara AMAA sebanyak 120.650 jamaah dengan 2.778 trip bus," kata Jauhari.

Keenam, selama gelombang I, tercatat ada 14 jamaah haji yang wafat. Sementara gelombang II ada 42 jamaah wafat di Madinah.

"Sedangkan untuk jamaah yang masih terbaring di Rumah Sakit Arab Saudi di Madinah hingga saat ini tercatat 23 orang. Sedangkan di KKHI sudah tidak ada jamaah yang dirawat, semua sudah kembali ke rombongan masing-masing," tutur Jauhari.

Baca juga: Layanan Eyab untuk Jamaah Haji Berakhir Hari Ini 

Ketujuh, selama di Madinah, jamaah haji mendapat bimbingan, edukasi, dan konsultasi ibadah yang disampaikan konsultan serta pembimbing ibadah.

Di lima sektor Madinah telah dilaksanakan sebanyak 229 kali bimbingan kepada 229 kloter jamaah haji dengan jumlah materi yang disampaikan sebanyak 8 bahasan.

Selain melakukan visitasi dan konsultasi dengan menemui jamaah haji secara langsung di hotel-hotel tempat menginap, di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), para konsultan ibadah juga memberikan tausiah yang direkam dalam bentuk video dan disebarkan melalui media sosial.

Baca juga: Manasik Haji Akan Disempurnakan Tahun Depan, Begini Caranya 

"Sehingga tidak hanya jamaah haji, tapi juga seluruh umat Islam dapat menyimak konten-konten yang disajikan para konsultan ibadah, seperti makna penting Salat Arbain, sejarah Masjid Qiblatain, ziarah di Masjid Nabawi," ujar Jauhari.

Kedelapan, untuk jamaah haji khusus yang masuk ke Madinah berjumlah 16.881 orang. Mereka dibawa oleh 270 PIHK yang tergabung dalam 167 konsorsium/pemegang bendera.

Baca juga: Sistem Zonasi Jamaah Haji Harus Perhitungkan Kapasitas Hotel 

Jauhari menjelaskan, pengawasan haji khusus yang dilakukan Kemenag dalam operasional haji tahun 2019 masehi/1440 hijriah terhadap pelayanan PIHK kepada jamaah haji khusus meliputi lama masa tinggal di Arab Saudi, pelayanan bimbingan ibadah, pelayanan transportasi, pelayanan akomodasi/hotel, apartemen transit, pelayanan katering, pelayanan kesehatan, penanganan jamaah sakit/meninggal, serta pelayanan Masyair (Armuzna).

Selain itu juga dilakukan pengawasan terhadap jamaah haji yang menggunakan visa mujamalah/furoda yang masih banyak ditemui pada tahun ini.

Baca juga: Jelang Berakhirnya Operasional Haji, PPIH Arab Saudi Gelar Evaluasi Menyeluruh 

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga negara Indonesia (WNI) yang ingin beribadah haji, mana kala mendapat tawaran dari biro travel-travel, hendaklah cermati betul jenis visa yang akan digunakan," pungkasnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini