nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Layanan Eyab untuk Jamaah Haji Berakhir Hari Ini

Widi Agustian, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 22:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 14 398 2104926 layanan-eyab-untuk-jamaah-haji-berakhir-hari-ini-mNSVlOWbAJ.jpg Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat (foto: Okezone/Amril A)

MADINAH - Eyab atau jalur khusus kepulangan jamaah haji berakhir pada Sabtu 14 September 2019. Jamaah haji yang terakhir menikmati Eyab adalah embarkasi SUB (Surabaya) 84, SUB 85 serta Jakarta (JKG) 65.

"Alhamdulillah lancar ya lancar, Eyab mendapatkan respon, sambutannya, begitu bagus dari jamaah haji. Para jamaah bahkan mereka mungkin berharap program model seperti ini bisa berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat di Madinah, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga: Sistem Zonasi Jamaah Haji Harus Perhitungkan Kapasitas Hotel 

Seluruh Jamaah Haji Khusus Telah Dipulangkan ke Tanah Air

Dia berharap, jumlah jamaah haji yang mendapatkan layanan Eyab bisa bertambah. Pada tahun 2019 ini, sebanyak 28 kloter jamaah haji Indonesia bisa menikmati layanan Eyab di Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

Sementara di Bandara King Abdulaziz, Jeddah yang mendapatkan layanan Eyab sebanyak 16 kloter. Eyab merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah haji. Khusus di Bandara Madinah, hanya jamaah asal Indonesia dan Malaysia yang mendapatkannya.

Sementara di Bandara Jeddah, sebanyak 3 negara telah mendapatkan layanan kepulangan khusus atau Eyab tersebut, yakni Indonesia, Malaysia, dan India. Jumlah layanan tersebut, lanjut Arsyad, diharapkan dapat lebih banyak lagi,

"Jumlahnya pun kami harapkan lebih banyak daripada jumlah yang diberikan pemerintah Arab Saudi pada tahun. Ini artinya ya bisa lebih banyak 2 kali lipat," katanya.

Baca Juga: Menkes Nilai Penanganan Kesehatan Haji Telah Berhasil 

Lebih lanjut, Arsyad mengatakan, bahwa penyelenggaraan ibadah haji 2019 dinilai berjalan baik. Meski, ada beberapa catatan dari pemerintah Indonesia, agar bisa ditingkatkan oleh pemerintah Saudi untuk pelayanan haji di tahun 2020. Seperti, layanan cepat kedatangan (fast track) serta fasilitas di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzdna).

"Pertama kaitan dengan fast track yang sudah cukup bagus, membantu sekali artinya jamaah pada saat tiba di tanah suci tidak lagi berlama-lama melakukan proses migrasi. Harapannya kita bisa ditingkatkan jumlahnya tidak hanya dari JKS (Jakarta Bekasi) dan JKG (Jakarta Pondok Gede) tapi dari embarkasi lainnya," kata dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini