nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biaya Visa Umrah 300 Riyal, Travel Boleh Sesuaikan Harga Paketnya

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 14:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 13 398 2104422 biaya-visa-umrah-300-riyal-travel-boleh-sesuaikan-harga-paketnya-SJufKgqsSc.jpg (Foto : Okezone.com/Widi Agustian)

MADINAH - Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya pengajuan visa ke negaranya. Biayanya direstrukturisasi menjadi satu harga yakni 300 riyal untuk semua jenis visa, termasuk umrah.

Langkah ini sebagai bagian dari mewujudkan Visi 2030 Arab Saudi. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Raja Salman tertanggal 5 Muharram 1441 H (5 September 2019) sebagai tindak lanjut dari Keputusan Dewan Kementerian tertanggal 4 Muharram 1441 H (4 September 2019).

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag), Arfi Hatim mengatakan, Kemenag menghormati keputusan Pemerintah Arab Saudi tersebut karena sepenuhnya merupakan kewenangan kerajaan.

Menurutnya, dengan adanya ketentuan ini maka tidak ada lagi keharusan membayar visa progresif sebesar 2.000 riyal bagi jamaah yang pernah melaksanakan ibadah umrah pada periode tertentu. Seluruh pengajuan visa umrah hanya dikenakan biaya 300 riyal.

"Biaya ini khusus untuk pemvisaan, di luar biaya electronic service dan layanan lainnya," kata Arfi.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI, M. Arfi Hatim (foto: MCH 2019)

Dengan terbitnya aturan baru tersebut, lanjut dia, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel perlu melakukan penyesuaian harga paket umrah yang telah dipasarkan secara proporsional.

"Namun, jangan menambahkan harga di atas biaya yang telah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi tersebut," katanya.

Arfi menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap besaran harga referensi yang telah ditetapkan sebesar Rp20 juta. Jika dianggap perlu, besaran harga referensi tersebut segera disesuaikan.

Jamaah umrah mulai tiba di Arab Saudi jelang selesainya operasional haji. Mereka tiba melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah maupun Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

"Jamaah umrah datang sejak awal bulan Muharam," ujarnya.


Baca Juga : Dirjen PHU Kemenag: Lansia Akan Tetap Diberangkatkan Haji, Asal Sehat

Ia mengungkapkan, jika jamaah umrah yang datang bisa melalui dua kota, yakni Jeddah maupun Madinah. Hal itu bergantung pada paket yang ditawarkan agen perjalanan.

"Jadi mereka bisa ke Jeddah dan Madinah, tergantung jadwal paket," ucapnya.


Baca Juga : Manasik Haji Akan Ajarkan Cara Gunakan Toilet di Pesawat

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini