nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jamaah Haji Sakit Bisa Diterbangkan Pulang dalam Keadaan Berbaring

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 15:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 10 398 2102995 jamaah-haji-sakit-bisa-diterbangkan-pulang-dalam-keadaan-berbaring-I2NNsYvMge.jpg Jamaah Haji saat memakai masker (foto: Okezone)

MADINAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan tetap mendampingi jamaah haji yang sakit hingga pulang, walau masa operasional haji berakhir. Setelah masa operasional petugas haji selesai, maka Teknis Urusan Haji (TUH) yang akan meng-handle jamaah haji yang sakit.

"Mana kala dari jamaah yang tersisa sudah ada yang layak terbang, maka staf teknis haji akan melakukan koordinasi mencarikan, yang pertama adalah memastikan kondisi jamaah sudah layak terbang, kemudian yang kedua kondisi jemaah sakit," kata Kepala Daerah Kerja Madinah PPIH Arab Saudi, Akhmad Jauhari.

Jamaah sakit yang dipulangkan akan tergantung dengan kondisinya. Jika tidak memungkinkan untuk duduk, maka akan diterbangkan pulang dalam posisi berbaring.

"Setelah kita mengetahui kondisi jamaah itu, selanjutnya staf teknis haji akan melakukan proses pemesanan tiketnya karena ada perlakuan yang berbeda antara jamaah yang berbaring dan jamaah yang duduk," jelas dia.

"Kalau jamaah yang berbaring, maka proses kepulangannya dengan stretcher case yang memakan tempat lebih kurang sekitar 6 seat. Karena tempat yang dibutuhkan untuk evakuasi jamaah sakit baring ini lebih banyak, sehingga memang koordinasinya itu, memerlukan waktu, karena tidak mungkin pada hari itu juga tersedia seat pesawat sebanyak itu," jelas dia.

 Jamaah Haji

Kantor Teknis Urusan Haji juga yang akan menyiapkan pendamping yang akan mendampingi jamaah tersebut.

"Apabila kondisi jamaah sakit itu dalam kondisi duduk, maka pendampingnya adalah 1 orang, sementara apabila kondisi jamaah sakit yang akan dipulangkan dalam kondisi berbaring, maka pendampingnya 2 orang," ucap dia.

Kantor TUH juga akan melakukan persiapan yang harus disiapkan saat evakuasi jamaah sakit. Misalnya, apakah jamaah sakit ini memerlukan oksigen dalam jumlah tertentu, maka akan dilakukan koordinasi dengan maskapai agar menyiapkan oksigen. Persiapan juga dilakukan untuk dokumen jamaah sakit itu.

"Meskipun operasional penyelenggaraan ibadah haji selesai pada tanggal 16 September yang akan datang, namun penanganan terhadap jamaah sakit di RS akan terus dilakukan sampai betul-betul jemaah itu habis, tidak ada lagi yang tertinggal di Arab Saudi," ungkap dia.

(wal)

Berita Terkait

Info Haji 2019

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini