nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Cairkan Cek Korban Crane, Indonesia yang Pertama Kali Dapat

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 02 September 2019 14:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 02 398 2099580 arab-saudi-cairkan-cek-korban-crane-indonesia-yang-pertama-kali-dapat-SXo1CKbZ9f.jpg Crane pembangunan di Kompleks Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (Foto: Okezone)

MADINAH – Cek senilai Rp85,1 miliar telah dicairkan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk jamaah haji Indonesia yang menjadi korban insiden crane di Kompleks Masjidil Haram, Makkah, pada 2015.

Dalam beberapa nota diplomatik yang diterima KBRI Riyadh dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dijelaskan bahwa sebenarnya penyelesaian pembayaran santunan Raja Salman untuk para WNI yang menjadi korban baru akan diberikan setelah selesainya proses fatwa waris dari masing-masing korban meninggal.

Baca juga: Arab Saudi Cairkan Cek Rp85 Miliar untuk Jamaah Haji Korban Crane 2015 

Namun akhirnya, Kerajaan Arab Saudi memutuskan memberikan kemudahan-kemudahan kepada Indonesia dengan merealisasikan penyerahan cek tersebut sebelum selesainya finalisasi fatwa waris yang sekarang masih dipersiapkan oleh Kementerian Agama RI.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel sangat mengapresiasi kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi, termasuk kepada Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, yang selalu melakukan kolaborasi kerja sama untuk menuntaskan santunan yang merupakan kepedulian Raja Salman kepada bangsa Indonesia.

Baca juga: Jamaah Haji Banjarmasin Alami Delay Hingga 10 Jam 

Penyelesaian cek untuk Indonesia diberikan pertama oleh Saudi sebelum negara-negara yang lain. "Alhamdulillah, semua dilancarkan oleh Allah," kata Dubes dalam keterangannya, Senin (2/9/2019).

Musibah jatuhnya alat berat crane di Kompleks Masjidil Haram terjadi pada Jumat 11 September 2015 menewaskan lebih dari 100 orang dan mencederai lebih 200 orang.

Jamaaah haji yang menjadi korban musibah crane berasal dari Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Malaysia, Turki, Aljazair, Iran, Irak, Libia, Afghanistan, dan Mesir.

Perjalanan kasus musibah robohnya crane di Kompleks Masjidil Haram ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kerajaan Arab Saudi sangat serius dalam menerjunkan tim pencari fakta untuk melakukan verifikasi yang detail terkait musibah tersebut.

Baca juga: Seluruh Jamaah Haji Khusus Sudah Dipulangkan ke Tanah Air 

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pernah juga menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini, termasuk Kontraktor Bin Ladin. Tetapi dalam sidang mahkamah pada Oktober 2017, hakim dengan sebelumnya membacakan 108 halaman naskah putusan, memutuskan bahwa tidak unsur pidana dalam kasus tersebut.

Akhirnya 13 tersangka dibebaskan dari tuntutan hukum dan Kerajaan Arab Saudi memutuskan bahwa ambruknya crane adalah murni bencana alam akibat badai besar yang terjadi di Makkah pada 2015 itu.

Baca juga: Somalia Belajar Manajemen Haji dari Indonesia 

Berdasarkan fakta persidangan tersebut, Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel menyebut cek senilai USD6,13 Juta bukan sebagai diyat ataupun ganti rugi, namun merupakan murni santunan dan perhatian besar Raja Salman terhadap para korban musibah robohnya crane di dekat Shafa itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini