nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Cairkan Cek Rp85 Miliar untuk Jamaah Haji Korban Crane 2015

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 02 September 2019 13:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 02 398 2099577 arab-saudi-cairkan-cek-rp85-miliar-untuk-jamaah-haji-korban-crane-2015-6JRlM1PVdv.jpg Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. (Foto: Okezone)

MADINAH – KBRI Riyadh telah menerima cek santunan Khadimul Haramain as-Syarifain Raja Salman bin Abdulaziz al Saud untuk para korban musibah jatuhnya crane pada masa haji 2015 di Komplek Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Cek tersebut diterima pada pengujung Agustus 2019.

Cek senilai USD6,133 juta ini setara dengan 23 juta riyal (Rp85,1 miiliar, kurs Rp14.150 per USD). Diserahkan oleh Penasihat Hukum Deputi Konsuler Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Mohammad Alshammeri kepada Koordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh Raden Ahmad Arief di Kantor Kementerian Luar Negeri, Riyadh, Arab Saudi.

Baca juga: Jamaah Haji Banjarmasin Alami Delay Hingga 10 Jam 

Dalam keterangan tertulisnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel langsung mengirim surat ucapan terima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Kompleks Masjidil Haram. (Foto: Bahaudin/MCH 2019)

Surat yang sama juga dikirim kepada Gubernur Makkah Pangeran Khalid al Faisal serta berbagai kementerian terkait di Arab Saudi, mulai Kemenlu Kerajaan Arab Saudi, Kementerian Dalam Negeri KSA, Kementerian Kesehatan KSA, Kementerian Keuangan KSA, atas dukungannya dalam merealisasikan santunan korban crane ini.

Baca juga: Seluruh Jamaah Haji Khusus Sudah Dipulangkan ke Tanah Air 

Cek-cek tersebut 35 lembar dan terdiri dari dua nominal. Pertama, USD133.333 (setara 500 ribu Riyal) atau Rp1,8 miliar untuk korban luka berat. Kedua, USD266.666,66 (setara 1 juta riyal) atau Rp3,7 miliar untuk korban meninggal dan korban cacat permanen.

Sementara satu cek untuk korban luka berat masih perlu pencocokan data paspor, dan secepatnya akan direalisasikan, sehingga total menjadi lengkap 36 cek.

KBRI Riyadh juga sudah menyampaikan detail laporan kepada Kemenlu RI untuk selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Kementerian Agama RI untuk finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia.

"Hampir tiap minggu para keluarga ahli waris di Indonesia menghubungi kami lewat Facebook, WA, atau medsos yang lain mempertanyakan kapan realisasi santunan Raja Salman tersebut. Selalu kami jawab bahwa sejak kami mulai bertugas di KBRI Maret 2016 akan selalu prioritaskan untuk menyelesaikan kasus crane dengan melakukan upaya komunikasi dengan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi," tegas Dubes Maftuh Abegebriel, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Somalia Belajar Manajemen Haji dari Indonesia 

"Ketika kami baru bertugas dua bulan di Saudi pernah dipanggil ke Istana Raja dan pada waktu langsung kami sampaikan harapan para ahli waris korban crane kepada Diwan Malaki (Royal Court) yang merupakan Kantor Raja Salman," jelas dia.

Dalam beberapa nota diplomatik yang diterima KBRI Riyadh dari Kemenlu Saudi dijelaskan bahwa sebenarnya penyelesaian pembayaran santunan Raja Salman untuk para WNI yang menjadi korban baru akan diberikan setelah selesainya proses fatwa waris dari masing-masing korban meninggal.

Baca juga: Sensasi Menggigit Daging Kambing yang Dibakar di Atas Batu 

Namun akhirnya, Kerajaan Arab Saudi memutuskan memberikan kemudahan-kemudahan kepada Indonesia dengan merealisasikan penyerahan cek tersebut sebelum selesainya finalisasi fatwa waris yang sekarang masih dipersiapkan oleh Kemenag RI.

Dubes Maftuh sangat mengapresiasi kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi dan tidak lupa mengucapkan penghargaan yang tinggi kepada Kedutaan Arab Saudi di Jakarta yang selalu melakukan kolaborasi kerja sama untuk menuntaskan santunan yang merupakan kepedulian Raja Salman kepada bangsa Indonesia. Penyelesaian cek untuk Indonesia diberikan pertama oleh Saudi sebelum negara-negara yang lain.

"Alhamdulillah, semua dilancarkan oleh Allah," tegas Dubes yang juga staf pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Sebagaimana diketahui, musibah jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram terjadi pada Jumat 11 September 2015 menewaskan lebih dari 100 orang dan mencederai lebih 200 orang. Jamaaah haji yang menjadi korban musibah crane berasal dari Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Malaysia, Turki, Aljazair, Iran, Irak, Libia, Afghanistan, dan Mesir.

Baca juga: Jamaah Haji Sakit Tetap Dilayani Sampai Pulang ke Tanah Air 

Perjalanan kasus musibah robohnya crane di Masjidil Harom ini memakan waktu yang cukup panjang. Kerajaan Arab Saudi sangat serius dalam menerjunkan tim pencari fakta untuk melakukan verifikasi yang detail terkait musibah tersebut.

Pemerintah Kerajaan Saudi pernah juga menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini termasuk Kontraktor Bin Ladin. Namun dalam sidang Mahkamah pada Oktober 2017, hakim dengan sebelumnya membacakan 108 halaman naskah putusan, memutuskan bahwa tidak unsur pidana dalam kasus ini.

Akhirnya 13 tersangka dibebaskan dari tuntutan hukum dan Kerajaan Saudi memutuskan bahwa ambruknya crane adalah murni bencana alam akibat badai besar yang terjadi di Makkah pada 2015 tersebut.

Baca juga: Jamaah Haji Kloter 15 Embarkasi Batam Paling Terakhir Pulang dari Jeddah 

Berdasarkan fakta persidangan tersebut, Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel menyebut cek senilai 6,13 juta dolar tersebut bukan sebagai diyat ataupun ganti rugi, namun merupakan murni santunan dan perhatian besar Raja Salman terhadap para korban musibah robohnya crane di dekat Shafa tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini