nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sensasi Menggigit Daging Kambing yang Dibakar di Atas Batu

Widi Agustian, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 20:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 01 599 2099335 sensasi-menggigit-daging-kambing-yang-dibakar-di-atas-batu-a1ns2H7yVB.jpg Tim Media Center Haji menyantap daging kambing yang dibakar di atas batu. (Foto : Okezone.com/Widi Agustian)

LOKASI pemanggang itu memiliki ukuran yang lumayan besar, sekira 75 cm kali dua meter. Di bawahnya, bara api dari arang yang dibakar menimbulkan rasa panas yang sangat menyengat hingga radius beberapa meter di sekitarnya.

Di atas bara, tersusun rapi batu-batu yang akan digunakan untuk memanggang daging kambing yang telah dipotong-potong dengan ukuran sedang, lebih besar sedikit dari daging-daging rendang yang biasa dijual di warung nasi padang di Indonesia.

Cessssss...

Begitu kira-kira suara dari daging yang ditaruh di atas batu panggangan tersebut. Aroma khas daging panggang langsung merebak. Selang beberapa waktu, daging tersebut dipanggang, selanjutnya dibolak-balik agar matangnya merata.

Tahap selanjutnya, setelah daging-daging tersebut mulai berubah warna menjadi merah kehitam-hitaman, daging tersebut dipindahkan ke alumunium foil yang dibungkus dengan rapat.

Daging kambing dibakar di atas batu. (Foto : Okezone.com/Widi Agustian)

Daging yang telah dibungkus itu kemudian kembali di panggang. Tampaknya, proses pemanggangan yang awal tadi untuk mendapatkan aroma bakarnya langsung, sementara proses panggang yang kedua, yang didalam aluminium foil bertujuan agar daging tersebut matang sempurna hingga ke bagian dalamnya.

"Dipanggang lagi di dalam alumunium foil, agar tidak keras," kata salah satu pegawai di rumah makan Mathbakh Jarief al Madinah, yang berjarak kurang lebih 10 menit dari Masjid Nabawi, Madinah.

Semua proses masak atau pemanggang tersebut memang terkesan singkat. Tapi realitanya, itu memakan waktu lebih dari satu jam.

Jadi, para konsumen di rumah makan itu tampaknya harus lebih sabar. Begitulah kira-kira yang dirasakan Okezone bersama Tim Media Center Haji yang bertugas di Madinah ketika berkunjung ke restoran tersebut.

Rasa lapar ketika masuk ke dalam tempat makan itu tentu saja semakin membara karena menunggu lumayan lama. Maklum, berangkat bada Maghrib dan sampai Adzan Isya berkumandang tapi makanan belum siap juga.

Selang 15-30 menit setelah adzan Isya, makanan tersebut akhirnya dihidangkan. Daging kambing yang masih berada di aluminium foil dibawa ke dalam ruang makan. Selain itu, dihidangkan juga nasi khas Arab Saudi atau nasi mandi yang berada di atas nampan.

Langsung saja daging tersebut disergap oleh rombongan. Soal rasa, jangan ditanya. Daging yang berserat tersebut terasa sangat nikmat kala digigit. Tekstur khas daging kambing tersebut sangat berasa di mulut.

Daging kambing dibakar di atas batu. (Foto : Okezone.com/Widi Agustian)

Rasa dagingnya tidak terlalu prengus. Aroma kambingnya cukup kuat dan menambah selera. Sangat cocok dipadukan dengan nasi mandi.


Baca Juga : Air dari Sumur Ini Digunakan Memandikan Jenazah Rasulullah SAW

Menu nasi mandi dengan daging kambing bakar itu ternyata tidak sendiri. Ada juga kambing dengan cara penyajian biasa, yakni daging tidak dibakar lengkap dengan kepalanya.

Jika tadi menunggu selama berjam-jam, maka proses makannya hanya sekira 30 menit. "Tapi terbayar kan ya, kita nunggu lama. Makannya puas," kata salah seorang rekan.


Baca Juga : Menengok Benteng Yahudi yang Direbut Pasukan Rasulullah SAW di Khaibar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini