nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menengok Benteng Yahudi yang Direbut Pasukan Rasulullah SAW di Khaibar

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 15:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 29 599 2098149 menengok-benteng-yahudi-yang-direbut-pasukan-rasulullah-saw-di-khaibar-8B6fZtYaYE.jpg Benteng Yahudi yang berhasil direbut Rasulullah SAW (Foto: Widi Agustian)

MADINAH - Khaibar merupakan sebuah kawasan yang berjarak sekira 175 kilometer (km) dari Kota Madinah. Kini, sejumlah lokasi di Khaibar menjadi situs sejarah yang berharga.

Khaibar dulunya merupakan kawasan yang ditempati oleh kaum Yahudi setelah diusir Rasulullah SAW dari Madinah akibat melanggar perjanjian damai.

Dendam Yahudi terhadap kaum muslim pun kian memuncak. Perlahan tapi pasti, mereka menyusun rencana untuk menjatuhkan umat muslim. Dengan cara-caranya yang picik, Yahudi selalu berusaha memerangi Islam.

Baca Juga: Ziarah ke 5 Masjid Peninggalan Perang Khandaq 

 Benteng Yahudi yang berhasil direbut Rasulullah SAW

Akhirnya, dengan perintah dari Allah SWT, Rasulullah SAW lalu memerangi kaum Yahudi di Khaibar. Perang Khaibar sendiri terjadi pada tahun ke tujuh hijriah dan dimenangkan oleh kaum muslimin.

Gambaran dan sisa-sisa perang Khaibar kini masih berdiri. Mulai dari benteng kaum Yahudi yang berhasil direbut pasukan muslim hingga penampakan perumahan di Khaibar.

Benteng itu tidak mudah ditemukan, Okezone bersama rombongan Media Center Haji (MCH), sampai harus meminta bantuan penduduk sekitar yang menjadi guide dadakan untuk mengantarkan ke lokasi benteng tersebut.

 Benteng Yahudi yang berhasil direbut Rasulullah SAW

Baca Juga: Istimewanya Alquran Ini, Hasil Sulam Selama 32 Tahun 

Sebuah benteng yang berhasil ditemukan berada di sebuah bukit. Di sekelilingnya, di dataran yang lebih rendah, tertanam pohon-pohon kurma.

Benteng tersebut berdiri di antara batu-batu besar. Di atas batu-batu tersebut disusun tembok-tembok yang berbahan tanah. Atapnya, terlihat melintang pelepah daun kurma.

Benteng tersebut dikelilingi pagar putih. Di depannya, terpampang papan pengumuman yang memberitahukan ini merupakan kawasan terlarang. Pihak yang sembarangan memasuki areal benteng diancam akan dikenakan penalti.

Areal sekeliling benteng tersebut tampak tidak terawat. Pohon-pohon kurma menghitam dibakar. Kotoran hewan berceceran di jalan, kondisi jalannya juga tidak terawat, dan sampah bekas botol minuman berserakan.

 Benteng Yahudi yang berhasil direbut Rasulullah SAW

Ini merupakan salah satu benteng Yahudi yang kala itu berhasil direbut oleh pasukan muslim. Benteng yang berada di ketinggian ini terlihat sangat strategis.

"Kalau untuk pasukan pemanah, ini sangat strategis. Dari atas juga tinggal lempar batu ke bawah," begitu kata salah seorang peziarah yang berkunjung ke benteng tersebut.

Selain benteng tersebut, ada juga kawasan Khaibar Village Cultural alias desa budaya Khaibar. Di dalamnya berisi rumah-rumah tradisionalnya.

Rumah-rumah tersebut ada yang berbentuk sederhana, ada yang lantai dua. Ada juga yang terlihat sangat megah. Umumnya, rumah tersebut berasal dari bahan tanah liat, yang tampaknya berasal dari lumpur untuk bahan tembok. Tebal tembok ini berkisar antara 80 sentimeter hingga 1 meter.

Di bawah tembok, juga tersusun batu-batu besar, seperti fondasi. Rumah-rumah ini juga memiliki banyak lubang udara, lengkap dengan pintu dan jendela khas ala Arab Saudi.

Berkunjung ke kawasan Khaibar ini, kita bisa mempelajari sejarahnya. Paling tidak ada beberapa catatan penting terkait sejarah Islam yang bisa menambah keimanan.

Salah satunya, Perang Khaibar merupakan ajang dari Ali bin Abu Thalib RA unjuk gigi. Keberhasilan pasukan muslim mengalahkan Yahudi tidak lepas dari peran Ali RA.

 Benteng Yahudi yang berhasil direbut Rasulullah SAW

Saat itu, kaum muslimin menyerang dan mengepung benteng-benteng Yahudi, tetapi sebagian sahabat pembawa bendera perang tidak berhasil menguasai dan mengalahkan mereka hingga Rasulullah SAW bersabda, "Besok akan kuserahkan bendera perang kepada seseorang yang Allah SAW dan Rasul-Nya mencintai dan dia pun mencintai Allah SAW dan Rasul-Nya. Allah SAW akan memenangkan kaum muslimin lewat tangannya”.

Maka para sahabat bergembira dengan kabar ini dan semua berharap agar bendera tersebut akan diserahkan kepadanya, hingga Umar bin Khattab RA berkata, “Aku tidak pernah menginginkan kebesaran, kecuali pada Perang Khaibar.”

Pada pagi hari itu para sahabat bergegas untuk berkumpul di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing berharap akan diserahi bendera komando. Akan tetapi, Nabi SAW bertanya, “Di manakah Ali?” Meraka menjawab, “Dia sedang sakit mata, sekarang berada di perkemahannya”.

Rasulullah SAW mengatakan, "panggillah dia”. Maka mereka memanggilnya. Ali RA datang dalam keadaan sakit mata (trahom), lalu Rasulullah SAW meludahi matanya dan sembuh seketika, seakan-akan tidak pernah merasakan sakit. Beliau menyerahkan bendera perang dan berwasiat kepadanya, “ajaklah mereka kepada Islam sebelum engkau memerangi mereka. Sebab, demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah seorang di antara mereka lewat tanganmu maka sungguh itu lebih baik bagimu dari pada onta merah (harta bangsa Arab yang paling mewah ketika itu).” (HR Muslim)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini