Share

Menginap di Hotel Berbintang, Jamaah Haji Harus Perhatikan Ini

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 04:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 22 600 2095051 menginap-di-hotel-berbintang-jamaah-haji-harus-perhatikan-ini-kJcZFQ3oz1.jpeg Muhammad Thambrin (Widi Agustian/Okezone)

MADINAH - Jamaah haji reguler memang ada yang menikmati layanan akomodasi berupa pemondokan hotel bintang tiga ke atas. Tapi ternyata, hal ini ada eksesnya.

"Di lapangan ada beberapa yang kita lihat, termasuk untuk akomodasi. Kita sudah siapkan hotel bintang tiga ke atas. Tapi ternyata untuk mencuci dan jemur pakaian tidak disiapkan," kata Supervisor Tim 2 Pemantau Operasional Haji 2019 Muhammad Tambrin, Rabu (21/8/2019).

Untuk itu, dia menyebutkan ada beberapa solusi yang bisa diambil. Misalnya jamaah diimbau untuk tidak melakukan aktivitas tersebut di hotel.

"Kita perlu memberikan sosialisasi kalau ditempatkan di hotel yang berkelas, tidak perlu mencuci pakaian. Karena hotel berkelas tidak menyiapkan tempat mencuci dan menjemur, tapi menyiapkan layanan laundry," kata Sekretaris Itjen Kemenag tersebut.

Alternatif lain, kata dia, harus dipertegas dalam kontrak tentang kewajiban pihak hotel untuk menyiapkan fasilitas cuci dan jemur untuk jamaah.

 Haji 2019

Di hotel berbintang, dia melanjutkan, terkadang tidak menyiapkan tempat pemanas untuk katering. "Jadi ada (makanan) katering tidak panas," jelas dia.

"Kementerian Agama sudah maksimal memberikan pelayanan, hanya perlu sosialisasi saja," jelas dia.

Walau begitu, secara keseluruhan, tim auditor internal tersebut menimali layanan yang disiapkan untuk jamaah berjalan sangat baik.

"Dengan tambahan kuota 10.000, data auditor di lapangan, layanan akomodasi baik dan lancar, katering juga, termasuk transportasi," tambah dia.

Dia melanjutkan, bahkan layanan bus salawat yang setia mengantarkan jamaah haji dari pemondokan ke Masjidil Haram disambut hangat jamaah haji.

"Yang mendapat apresiasi itu bus salawat, jamaah mendapat bus yang representtaif dan mewah. Bisa ditanya ke jamaah di Makkah, yang biasa naik dari pemondokan ke Masjidil Haram," beber dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini